NONTON KONSER MUSIK GAME DI INDONESIA 2

CATATAN:

1. Ini adalah review kedua dari konser Beginning of Fantasy yang digelar Twilite Orchestra. Banyak di antara lagu-lagunya yang sama persis dengan yang dimainkan sebelumnya. Jadi, silahkan
KLIK DISINI untuk membaca review detail Beginning of Fantasy 1 dan mengetahui detail lagunya.

2. Dalam review ini, penulis menyertakan DOWNLOAD rekaman konser yang dapat di-klik di setiap judul lagunya. Perlu diingat bahwa file yang tersedia direkam secara manual menggunakan ponsel, jadi kualitasnya tentu saja tidak terlalu baik (hanya untuk kepentingan personal use). Selain itu, link download akan non aktif dalam jangka waktu 30 hari terhitung 1 Juli 2007.

3. Hal-hal yang menyangkut hak cipta dan kepemilikan lagu/material yang ada dalam rekaman itu adalah sepenuhnya milik Square-Enix. Penulis tidak bertanggungjawab atas hal-hal yang berhubungan dengan pelanggaran hak cipta, selain hanya menyediakan rekaman ini sebagai personal use saja.

 




Setelah sukses mementaskan musik-musik dari game Final Fantasy di Indonesia (Jakarta) tahun lalu, Twilite Orchestra, salah satu grup musik simfonik Indonesia kembali memanjakan penggemar Final Fantasy dengan menggelar konser kedua, Beginning of Fantasy. Acaranya sendiri digelar di Mall Summarecon - Serpong (Tangerang), 1 Juli 2007. So, enough for formality and let's on to it...!

Minggu siang itu, 1 Juli 2007, gue meluncur ke Mall Summarecon dan langsung bergabung dengan teman2 yang memang sudah mendedikasikan diri untuk nonton konser ini. Sebenarnya acara baru dimulai jam 5 sore, tapi kita udah nyampe di tempat tujuan sekitar jam 2 siang. Ya, karena sebelum acara konser, pihak Mall Summarecon menggelar perlombaan costplay, alias peragaan kostum karakter2 anime/game yang seru banget! Rata2 peserta memamerkan kostum yang mereka kenakan, diambil dari game Final Fantasy, seperti karakter Cloud, Yuna, bahkan yang rada nyentrik dikit, pemenang pertama lomba costplay hari itu yang mengenakan kostum Edea, si penyihir jahat dari seri FF VIII.

Menit2 menuju jam 5 terasa lambat banget, bahkan ketika gue menghabiskan waktu sekitar 1 jam untuk makan di food court lantai 2 mall itu.



Akhirnya, gue dan beberapa teman memutuskan untuk standby di depan panggung pertunjukan sekitar jam setengah 4 sore, masalahnya konser ini digelar gratis, dan gue nggak mau kehilangan tempat lantaran penontonnya membludak. Bener aja, gue yang berdiri di depan pagar pembatas (yang boleh masuk dalam pagar tepat di depan panggung cuma peserta costplay) sudah mulai didesak-desak pengunjung lain yang berdiri di belakang, dan itu terjadi hingga ke lantai teratas (di atas rata2 pada duduk dan main PSP).

Selama penantian itu, yang terjadi dalam tubuh gue adalah aliran aura yang memanas dan bikin badan gemeteran. Hehehe, selalu seperti ini kalau "excited" menyaksikan musik yang paling digemari (bukan cuma FF, tapi video game music), yang kayaknya mustahil banget dipentaskan live, tapi betul2 akan dipentaskan. Aneh, padahal kejadian itu udah pernah terjadi tahun lalu, tapi aura itu tetap aja menggelegar...

Akhirnya, pasukan costplay yang tadinya berlomba di luar mulai memasuki atrium tempat konser digelar. Petugas pun mulai membagikan brosur berisi daftar lagu2 yang bakal dimainkan. What!? Lagu2nya...beberapa...ada yang beda dari tahun lalu? Yap, that's right! Cek sendiri dan gue bakal ulas perbedaannya!

Nggak lama setelahnya, Mas Kelly dari Video Game Indonesia (VGI) naik pentas dan membuka acara...dan...AYO KITA MULAI!!!



01. Liberi Fatali [Final Fantasy VIII]

Dibuka dengan choir dari Twilite Orchestra, opening dari FF VIII ini seakan kembali membuka petualangan saat menikmati musik2 FF, persis seperti setahun yang lalu. Jika dibandingkan dengan tahun lalu, permainan Twilite Orchestra di lagu ini lebih baik. Sayangnya suara gemuruh pengunjung mall dan kurang baiknya sound system mengurangi kemegahan lagu ini. Yah, konser gratisan seeh! What do you expect? (Yang terjadi pada penulis: Tubuh bergetar hebat, aura meledak)

02. Terra’s Theme [Final Fantasy VI]

Untuk yang belum tahu, Terra's Theme adalah musik pengiring dari FF VI yang mengiringi perjalanan karakter saat menjelajahi peta World of Balance (Peta bumi dalam game yang dominan dengan warna hijau rumput, biru laut, dan cokelat tanah). Lagunya sendiri bernuansa heroik. Sayangnya, lagi2 gemuruh pengunjung mall membuat lagu ini agak berantakan. Tempo permainan jadi saling tarik-menarik, dan tentu saja itu menjadikan permainan kurang rapi. "Berisik sih, jadi kita susah konsentrasi," tutur Addie MS saat gue temui di akhir acara. (Yang terjadi pada penulis: Di awal lagu sempat mengumpat lantaran ada security dengan intercom yang berisik berdiri tepat di depan penulis)

03. 1000 no Kotoba [Final Fantasy X-2] - Sherina



Setelah 2 lagu instrumental, saatnya vokalis yang jadi bintang dalam acara ini naik panggung. Siapa sih yang nggak kenal Sherina, mantan penyanyi cilik yang tahun lalu juga bernyanyi di konser Beginning of Fantasy. Saat kembali menyanyikan lagu ini, suaranya terdengar mantap dan menyentuh. Sedikit penjiwaan dan barangkali memahami lirik lagu ini pasti akan menjadikan Sherina betul2 "perfect" menyanyikan lagu ini! Di sisi lain, Twilite Orchestra yang mengiringinya mampu mengimbangi Sherina, dan sound system yang sepertinya sudah diperbaiki menjadikan performa lagu ini lebih baik, kecuali berkurangnya kemegahan karena hiruk pikuk pengunjung mall yang meredam instrumen. (Yang terjadi pada penulis: Terkagum-kagum, hikmat, tapi belum sampai meneteskan air mata seperti tahun lalu)

04. Behind the Door [Final Fantasy IX]

Lagu penutup game Final Fantasy IX ini berdurasi singkat, barangkali nggak sampai satu menit. Tahun lalu, lagu ini dimainkan juga, namun agak berantakan dan suara piano terasa menusuk telinga. Kali ini? Bingo! Sepertinya anggota Twilite Orchestra sudah mulai menyesuaikan keadaan dan memainkan lagu ini jauh lebih baik dibanding tahun lalu. Hehehe, memang lagunya bernuansa sedikit riang dan dramatis, tapi kenapa kesannya Twilite berusaha membunyikan instrumen sekeras-kerasnya ya? *smile* (Yang terjadi pada penulis: Berdiri sambil tersenyum, membayangkan adegan romantis dalam FF IX saat lagu ini dimainkan)

05. Aerith’s Theme [Final Fantasy VII]

Syahdu dan agung... Kiranya dua kata itu sanggup mewakili suasana ketika lagu ini dimainkan. Lagu dimana Aerith, karakter cewek anggun dari FF VII menghembuskan nafasnya yang terakhir demi melindungi teman2nya... *sad* Dibandingkan dengan tahun lalu, kali ini kembali Twilite mampu meningkatkan performanya. Namun, kembali, persoalan ramainya mall membuat kesyahduan lagu ini berkurang. Untuk kerapian dan permainan, sudah OK! (Yang terjadi pada penulis: Tertunduk haru)

06. Eyes on Me [Final Fantasy VIII]



Setelah fansnya sedikit histeris dan mengelu-elukan namanya, Sherina kembali naik panggung untuk menyanyikan tema utama dari FF VIII, lagu yang termasuk pelopor pemakaian musik romantis dan musik dengan lirik dalam video game. Gue pun berdebar-debar. Kenapa? Pasalnya, tahun lalu lagu ini dinyanyikan oleh Arina (Mocca) and it was horrible (maaf, ini review sejujur-jujurnya). Saat Sherina mulai menyanyikan bait pertama lagu ini, nuansanya betul2 melebihi apa yang terbayangkan. Suaranya yang lembut tapi mantap, tidak terlalu dewasa dan bukan suara anak2 juga, betul2 cocok dan menyatu dengan gambaran seorang remaja yang jatuh cinta. Getaran (vibrasi) suara Sherina yang merdu, berpadu dengan romantisnya iringan Twilite Orchestra akhirnya nggak memberikan gue pilihan lain untuk menyebut lagu ini, "The best performance of Beginning of Fantasy 2!" (Yang terjadi pada penulis: Kali ini betul-betul tidak dapat menahan air mata yang mengalir)

07. To Zanarkand [Final Fantasy X] - Tristan Juliano (Piano)

Lagu ini adalah salah satu dari yang baru yang sebelumnya belum pernah dipentaskan di Beginning of Fantasy 1. Muncul sebagai pianist, Tristan Juliano, putera sang konduktor Addie MS yang sekaligus adik dari Kevin Aprillio. Meskipun usianya masih sangat muda, Tristan mampu membawakan lagu bernuansa lembut (sedih) ini dengan cukup baik. Suara pianonya juga nggak ketutup waktu Twilite mulai mengiringi di pertengahan lagu. Well, another nice performance! (Yang terjadi pada penulis: Hikmat, kagum dengan permainan Tristan yang nyaris tanpa salah)

08. Opening Theme ~ Tatakau Monotachi [Final Fantasy VII] - Kevin Aprillio (Piano)



Tahun lalu, Kevin Aprillio, putera Addie MS ini memukau penonton dengan memainkan Tatakau Monotachi (Those who fight). Saat itu, penonton terkagum2 dengan kelincahan jari2 Kevin yang memainkan lagu bertempo cepat ini, live solo! Nah, tahun ini, ketika Kevin siap bermain, terdengar musik pembuka dari game FF VII (judul aslinya Opening Bombing Mission). Lho? Kok bukan Tatakau Monotachi? Apa daftar lagunya salah cetak, atau gue yang salah baca? Ternyata, kebingungan itu segera terjawab. Twilite bukannya salah memainkan lagu, tapi mereka ternyata ikut mengiringi Kevin memainkan Tatakau Monotachi! Seharusnya lagu ini diperuntukkan untuk solo piano, tapi Twilite Orchestra dengan kreatifnya mengaransemen lagu itu seperti sebuah piano concerto. Jadi, nggak cuma hentakan piano yang membangkitkan semangat, tapi tabuhan genderang, gebukan timpani, tiupan terompet dan gesekan violin ikut menambah kemegahan lagu ini! Sungguh mengejutkan! Sayangnya, di penghujung lagu, kembali permainan Kevin dan Twilite berantakan dan nggak singkron. (Yang terjadi pada penulis: Speechless saat lagu berkumandang, dan berteriak "KEREN!!!" sekeras-kerasnya + sepanjang-panjangnya ketika lagu berakhir)

09. Cloud Smiles [Final Fantasy VII Advent Children]

Nggak banyak komentar untuk lagu ini, karena secara keseluruhan penampilannya sama dengan tahun lalu. Lagu penutup film animasi Final Fantasy Advent Children yang lembut dan damai itu memang paling pas kalau dimainkan sedikit pelan, jadi jiwa lagu ini agak kurang tertangkap ketika dimainkan di area mall yang berisik. (Yang terjadi pada penulis: Damai...)

10. Suteki Da Ne [Final Fantasy X] - Sherina

OK, kalau tahun lalu lagu ini memunculkan Sherina untuk pertama kalinya, kali ini Suteki Da Ne ditaruh sebagai salam perpisahan bagi fans Sherina. Lagunya yang syahdu dan memancarkan aura kesedihan betul2 menyentuh, dan mungkin akan menjadi sebuah "Suteki Da Ne" versi Sherina yang sempurna, jika saja tidak ada suara alarm keamanan yang berdering di pertengahan lagu, dan terus saja berdering hingga lagu berakhir. Biasanya alarm ini berbunyi kalau ada maling, kebakaran, atau konslet pada sistem. (Yang terjadi pada penulis: Membatalkan rasa haru dan menukarnya dengan kutukan yang mengarah pada petugas mall yang tidak segera menanggulangi dan mematikan suara alarm sialan itu)

11. Divinity I [Final Fantasy VII Advent Children]

Mantap! Suara choir dan Twilite Orchestra memenuhi ruangan. Begitu emgahnya, sekan ada naga besar yang pelan tapi pasti, masuk ke mall dan siap meluluh lantakkan apapun yang berusaha menghadangnya. Tidak ada review yang lebih baik selain menyerahkan judge pada Anda para pembaca! (Yang terjadi pada penulis: Tegang, berdiri siaga seperti hendak perang)

12. FINAL FANTASY [Final Fantasy Series]

Ini adalah "musik kebangsaan" Final Fantasy yang selalu mengalun saat kita menyelesaikan gamenya. Tidak jauh beda dengan tahun lalu, hanya saja suara nggak terlalu jelas karena speaker bolak-balik berdengung. Oh ya, dengungan ini juga sering terjadi di lagu2 sebelumnya kalau instrumen dimainkan agak keras. Kalo keras sekalian malah nggak kedengeran. (Yang terjadi pada penulis: Sikap hormat!)

13. Advent : One Winged Angel [Final Fantasy VII Advent Children]

Lagu ini sepertinya sudah menjadi "santapan wajib" dalam setiap konser musik video game. Kali ini, Twilite Orchestra mementaskannya dengan meniadakan WASABI, band yang ikut mengiringi lagu ini tahun lalu. Good piece, at least nggak perlu mendengarkan hancurnya permainan WASABI seperti tahun lalu. (Yang terjadi pada penulis: Berhasil membayangkan dengan sempurna pertarungan Cloud VS Sephiroth di gamenya)