IKUT PELATIHAN JURNALISTIK ONLINE

Sungguh...gue nggak akan pernah ngelupain pengalaman ini, sekaligus menyebut diri gue sebagai salah satu orang yang beruntung bisa merasakan pengalaman
ini. Gue seneng karena bisa mengikuti pelatihan jurnalistik online yang diselenggarakan Mitra Netra, bekerjasama dengan LKBN ANTARA dan detik.com. Ini
merupakan salah satu program SAMSUNG DIGITAL HOPE yang memberi kesempatan kepada penyandang cacat (pakai kata DIFFABEL ya?) untuk membangun sebuah online
berita sekaligus mengelolanya sendiri. Wah, biarpun sudah digembleng selama seminggu, tapi rasanya masih sulit untuk gue bisa nulis dengan semestinya disini,
jadi mohon maf sama Pak instruktur kalau sempet mampir kesini, maafin saya...BUT I PROMISE I WILL DO MY BEST FOR MITRA NETRA NEWS ONLINE!

OK, sebelum lanjut, ada baiknya kita kenalan dulu sama orang-orang yang ikut dalam acara ini!

PANITIA: Ada Mas Tolhas, konselor Mitra Netra yang "cool" tapi bisa juga tertawa terbahak-bahak kalau ada kejadian konyol waktu kita semua lagi ngobrol
atau becanda. Lalu, Mbak Aria yang jadi HUMAS-nya Mitra Netra, si mbak ini udah kayak "mama"-nya peserta, you must be knowing well what she is like! Ada
juga Yosep, Rojan & Mbak Tri yang setia nemenin kita dengan suguhan makanan dan ngabadiin semua peristiwa lewat handycam. Let me say, they've done well!!!

PESERTA:

1. Well, ehm...I think I don't need to talk about myself. Yang jelas, gue sempet jadi orang paling sial lantaran sering digoda dan dicengcengin. But it's
alright, I enjoyed it...

2. Suratim, dia ini pernah jadi guru komputer gue, sekarang kembali lagi sebagai dealer resmi JAWS dan punya segudang pengalaman baru soal komputer dan
internet.

3. Ismail, cowok gendoet yang ditunjuk sebagai sekretaris news online Mitra Netra ini punya pengetahuan yang luas tentang jurnalistik dan kepemimpinan.
Nggak cuma itu! Kalian juga bisa pesen kopi ginseng dan produk CNI lainnya, karena pedagang yang hobby melucu ini juga agen CNI.

4. Fitriana, cewek feminin berambut panjang yang ramah dan murah senyum ini sebenernya nggak terlalu percaya diri dan masih suka mikir kalau dirinya ngak
bisa apa2, tapi sebenernya dia punya potensi yang bagus. Lulusan FKIP asal Riau yang senang dipanggil Fifi ini memang baru saja jadi tunanetra, tapi itu
ngak akan menghalanginya untuk terus maju, is it right sis? Oh ya, biarpun rada kurang pede dan terlihat kalem, dia ini cewek paling nakal yang nggak pernah
ngelewatin kesempatan untuk nggodain gue!

5. Lenny, cewek tomboy yang dipercaya jadi ujung tombak responden di Bandung ini mungkin kelihatan sedikit pendiam, tapi kalau udah ngobrol face-to-face,
baru deh keliatan kalau sebenarnya dia itu tukang ngobrol dan punya pola pikir yang progresif.

6. Yudi, juga dari Bandung. Kalau baru pertama kali ketemu orang pasti mengira dia itu pendiam dan kaku, tapi kalau udah keluar "sense of humour"nya...siap-siap
aja dibikin terbahak-bahak sama "aa!"

7. Solih Mudhlor, si jago IT berambut gondrong asal Yoghyakarta ini memang sedikit arogan dan nggak pernah mau kalah dalam setiap perdebatan. Biarpun begitu,
masiswa UGM jurusan Sastra Arab ini cukup menolong karena mau bantuin kerja panitia. Personally, I would like to thank you for lending me your eyes to
read my SMS...

8. Suharto, responden Yogyakarta lulusan UGM jurusan Sastra Indonesia ini udah sempet ngerilis novel lho! Hei, jangan terkecoh sama penampilannya yang COOL
abis, karena kalau kamu lengah, kamu bisa kena dijahili!!!

9. Purwanti, cewek tunadaksa alias cacat tubuh ini adalah gembong INTERAKSI, salah satu organisasi diffabel di Solo. Biarpun tiap hari harus mengandalkan
tongkat penyangga untuk menggantikan fungsi kakinya, cewek yang suka ketawa geli ini nggak pernah menyerah untuk terus maju memperjuangkan hak kaum difabel.
Perlu bantuannya? Silahkan kunjungi INTERAKSI Solo, dan panggil dia...IPUNK!

10. Dwi, sobat mbak Ipunk ini emang sedikit pendiam dan malu2. Tapi siapa sangka kalau si mungil ini pandai menulis dan mampu memporak-porandakan peserta
lain lewat tulisan olahraganya? Meskipun agak sedikit manja, guratan pena si manis ini patut diacungi jempol.

--------------------------------------------------------------------------------

Nah, itu tadi personel acara pelatihan jurnalistik online, dan sekarang gue mau membawa kalian tour singkat! Kemana? Ya jelas donk, mengikuti kegiatan kita
di pelatihan itu!!!

WISMA PHI - Itu tempat kita menginap, makan, ibadah, dan ngakak bareng. Tempatnya sederhana, tapi bersih dan nyaman. Wisma yang juga dipakai para haji untuk
menginap itu adanya di daerah Kwitang Jakarta.

KANTOR DETIK.COM: Kalian pasti tahu detik.com, salah satu kantor berita online yang menempati markasnya di Pondok Indah JAKSEL ini juga jadi salah satu
tempat kunjungan kita. Seluruh tim pelatihan jurnalistik diperbolehkan melihat secara langsung ruangan kerja jurnalis yang sarat dengan komputer dan siaran
televisi online. Menurut salah satu instruktur disana, ruangan kerja mereka nggak pernah sepi, 24 jam non-stop!

GEDUNG BPPT: Nah, kita pelatihan di gedung ini, tepatnya di lantai 21. Semua peserta mendapat fasilitas komputer canggih yang terkoneksi ke internet. To
tell you guys, itu komputer paling cangih yang pernah gue gauli, sampai2 gue nggak pernah melewatkan waktu senggang untuk memakainya browsing di internet.

Setiap hari kita mengawalinya dengan mandi dan gosok gigi, lalu sarapan dan berangkat ke gedung BPPT. Biasanya pelatihan dimulai sekitar jam 9 pagi, lalu
istirahat jam 12 (1 jam). Pelatihan baru berakhir jam 4 sore, tapi nggak jarang juga molor sampai jam 5 kalau ada tugas yang masih belum selesai. Setelah
shalat maghrib dan makan malam, biasanya kita berdiskusi soal materi pelatihan atau membicarakan teori jurnalistik dasar, karena nggak semua peserta yang
ikut pelatihan ini menguasai atau pernah mengikuti pelatihan jurnalistik dasar. Habis itu, kita menutup hari sambil bercanda, saling SMS atau bicara lebih
banyak soal diffabel.

Well, gue seneng banget karena ketika ikut pelatihan ini gue bisa menambah wawasan, khususnya mengenai internet dan ilmu jurnalistik. Gue semakin sadar
kalau ternyata masih banyak hal yang nggak gue ketahui, apalagi waktu ketemu sama temen2 dari Yogyakarta yang ternyata juga menguasai IPTEK dengan mantap.
Gue juga belajar banyak tentang semangat perjuangan dari mbak-mbak Solo, atau gimana caranya bersikap dewasa, itu terinspirasi waktu gue sempet ngobrol
4 mata dengan neng dari Bandung. Gue juga seneng karena bisa ketemu lagi dengan mas Suratim dan jadi pelanggan kopi ginsengnya Ismail.

Kalau soal banyolan, gue nggak akan pernah lupa sama singkatan HTML yang kita acak2. Bukannya Hyper Text Markup Language, tapi Himpunan Tukang Mijit Laki-laki,
Hidup Tanpa Makan Lapar, dan segudang kepanjangan konyol lainnya. Gue juga nggak akan bisa brenti senyum kalau inget banyolan singkat kang Yudi, "Sini
sama aa," (pakai lafal Sunda atuh!). Semua itu nggak akan pernah bisa hilang...

Hehehe, gue juga seneng karena bisa juga punya teman kencan... Thank you, karena ternyata masih ada orang2 yang bisa melihat sisi dewasa diri gue dibalik
canda dan tawa gue yang terkesan childish.

Seperti kata iklan, mendingan dicobain daripada diomongin. Jadi gue nggak bisa cerita lebih banyak untuk nunjukin gimana asyiknya ikut pelatihan itu. Gue
cuma berharap kalau pelatihan yang terbilang singkat itu cukup untuk membangun tim news online yang nantinya akan menjadi corong informasi bagi diffabel,
untuk kaum diffabel maupun khalayak ramai. Gue berharap kita semua bisa saling bekerja sama, hiks...hiks...!

Terima kasih untuk SAMSUNG, LKBN ANTARA, BPPT, PHI, DETIK.COM & YAYASAN MITRA NETRA yang telah menyelenggarakan acara ini. Oh ya hampir lupa, makasih juga
buat Ibu Kantin di PHI, masakannya enak banget! Makasih untuk Pak SATPAM PHI yang udah jagain barang2 kita waktu pelatihan. Makasih semuanya...!

Nah, itu tadi tour singkat acara pelatihan jurnalistik online yang gue jalani. Tak hendak berharap lebih banyak, tapi gue optimis kalau teman2 diffabel
yang lain juga bakal dapet kesempatan yang sama untuk ikut acara serupa. Gue juga optimis kalau NEWS ONLINE untuk diffabel ini bisa terus berdiri dan jadi
media informasi diffabel di Indonesia, dan juga dunia. Rencana kedepan, kita akan menggarap news online ini dalam bahasa Indonesia dan Inggris. Nah, kalau
temen2 mau lihat hasil pelatihan ini, dan mungkin Pak instruktur yang udah bete lantaran saya nulis ACAKABROEK disili, silahkan mampir ke situs MITRA NETRA!

Coming up soon:
http://www.mitranetra.or.id