TUNANETRA KELILING KOTA

Artikel ini akan menjawab pertanyaan temen2 yang pengen tau gimana caranya Rama melakukan orientasi mobilitasnya. Hehehe, bahasanya formal amat seeh!? Maksudnya,
gimana sih orang yang memiliki cacat penglihatan macem gue bisa dengan seenaknya mondar-mandir keliling kota? Yup! Take this!

Waktu gue masih kecil, gue masuk ke asrama SLB/A Pembina Tingkat Nasional di daerah Jakarta Selatan. Disana, gue belajar banyak cara2 orientasi mobilitas.
Hal pertama yang gue pelajari adalah sistem mata angin, dimana gue diajarin mendeteksi arah seperti halnya memakai kompas. Hal ini dimaksudkan supaya kita
bisa tetep nemuin jalan kalo2 kita kesasar - setidaknya dengan mengetahui arah tujuan yang mau kita samperin. Dalam pelatihan ini, gue diharuskan peka
terhadap panas sinar matahari (Mengukur posisi panasnya), peka terhadap hembusan angin (Biasanya hembusan angin itu searah dan bertahan dalam jangka waktu
lama) dan berkonsentrasi untuk menentukan arah mata angin. Susah? EMANG! Gue sendiri termasuk orang bodoh yang kalo nggak bisa tuh nangis melulu...!

Pelatihan kedua yang gue dapet adalah sistem Land Mark, yaitu sebuah kemampuan untuk mendeteksi keberadaan kita berdasarkan tanda2 permanen yang ada di
suatu area. Misalnya, gue mau pulang ke rumah, dan di gang rumah gue itu ada polisi tidur yang unik ciri2nya. Nah, gue diharuskan bisa menghafalnya - jadi
gue bisa menentukan arah tujuan dengan tepat. Awas, jangan memakai benda2 non-permanen sebagai Land Mark (Contohnya tukang jualan yang berpindah tempat,
mobil yang lagi parkir atau benda2 bergerak). 

Teknik berikutnya adalah Reminder, yaitu kemampuan untuk mengingat tempat2 yang sering dikunjungi berdasarkan suasana dan jarak waktu tempuh. Ini berguna
kalo kita lagi naik angkutan umum, karena kita bisa memperkirakan apakah daerah yang kita tuju tuh udah deket atau belum. Kalo seandainya terjebak macet
dan kita nggak bisa memperkirakan jarak tempuhnya, coba gunakan taktik lain, yaitu dengan mendengarkan isyarat dari kondektur bus, bertanya atau menghafal
tikungan2 atau tanda2 unik lainnya. Teknik ini baru bisa dikuasai dengan baik apabila kita udah nguasain Land Mark.

Sebenernya masih ada beberapa teknik lain, tapi gue nggak sempet mempelajarinya. Teknik terakhir yang gue dapet adalah bagaimana caranya mengoperasikan
tongkat Tunanetra (Seperti punya gue). Ada beberapa teknik disini, di antaranya adalah gimana caranya pake tongkat di jalan lurus mulus, menepi di antara
dua jurang, pembusuran dll. Selain itu, gue juga belajar teknik2 perlindungan waktu berjalan. Teknik yang sering gue pake itu namanya UPPER AND LOWER HANDS,
yaitu sebuah teknik dimana kita memakai telapak tangan dan punggung tangan untuk melindungi bagian muka dan perut waktu lagi jalan. 

Nah, kalau teknik berikutnya gue pelajari dari luar SLB. Gue juga melatih kesensitivitasan mata batin gue lewat Merpati Putih, belajar mengendalikan aura,
dan mengasah kemampuan pendengaran hingga gue bisa mendengar suara bisikan sekalipun. Hehehe, ini bukan hal magis lho! Karena, semua orang yang tekun bisa
juga belajar teknik ini!

TIPS: Nah, Buat temen2 yang udah menguasai semua teknik di atas, gue mau kasih tip, karena itu semua nggak cukup tanpa didukung kekuatan mental. Yang pertama,
jangan malu2 untuk memakai alat2 atau teknik2 ketunanetraan - sebab kalau sampai malu, nanti akibatnya malah jadi fatal dan kalian sendiri yang celaka
(Man, kita ini cacat, jadi buang jauh2 deh gengsinya!). Kedua, jangan malu2 untuk bertanya sama siapapun kalo kamu kesasar - Ingat, malu bertanya sesat
di pasar! Ketiga, jangan sekali-kali menolak bantuan orang yang mau menolong, misalnya menyeberangkan jalan, mengantar, atau bahkan memberi uang sekalipun
(This is to respect people so that they will be happy), lalu balas pertolongan mereka dengan senyum dan ucapan terima kasih. Keempat, kalo kamu nyasar
waktu naik ANGKOT, jangan buru2 panik dan turun. Sebaiknya ikut aja sampai terminal dan disitu kalian bisa tanya harus kemana dan naik apa. Yang terakhir,
dan ini yang terpenting: YAKIN KALAU TUHAN SELALU BERSAMA KITA...

Oke, gue udah tulis request temen2 yang pengen tau tentang mobilitas tunanetra. Moga2 artikel ini berguna buat kalian. Oh ya, boleh titip pesen kan? Kalau
seandainya nanti kalian menemukan orang2 seperti gue dan mau kasih bantuan, tolong jangan didasari oleh perasaan kasihan (Man, kalo mereka tau bisa tersinggung).
Lakukan itu karena kalian bener2 mau membantu mereka. Mereka itu (Hihihi, termasuk gue) butuh perhatian dan bantuan, karena sebenernya mereka juga BISA
SEPERTI YANG LAIN....

Gue sekarang? Hehehe, lu pade tau kendiri khan? Hobi gue salah satunya adalah traveling 'n keluyuran! Gue udah terbiasa PP asrama-rumah sejak lulus SMP,
truss sekarang hobi banget naek kereta antar kota (Biasanya kalo gue pergi ke Mangga Dua). Kalo pergi ke kampus, jalanan macet dan ongkos habis, gue juga
biasa jalan kaki tuh! Gue juga pernah pergi ke luar kota sendirian, dan ... hehehe, gue paling suka disebut WANDERER seperti Kenshin. Gaya jalan yang paling
gue suka? Ng, kalo keadaan memaksa gue untuk memakai teknik orientasi mobilitas, gue nggak pernah malu atau ragu2 memakainya. Nah, kalo di tempat2 yang
udah gue kenal dan gue rasa bisa gue lewatin tanpa perlu alat bantu, gue langsung selipin tongkat di pinggang, jalan pelan2 sambil pasang senyum ke siapapun
(Gaya jalannya Kenshin...). 

MENGUNDANG GUE UNTUK DATANG: Dimanapun elo, kapanpun maunya, sejauh apapun jaraknya...ITU SEMUA NGGAK MASALAH! Asal, perhatikan request dari gue! 1. Kasih
rute angkutan umum yang harus gue naikin. 2. Kasih alamat elo sejelas-jelasnya. 3. Menunggu gue dengan do'a. Insya Allah gue pasti tiba di tempat elo dengan
selamat!

HAL YANG PALING DIHINDARI: Ibu gue! Jangan sampai beliau ngeliat gue jalan sendirian, karena beliau bisa nangis2 (Namanya juga ORTU, tapi gue pikir itu
terlalu berlebihan. But, THANKS MOM!). 

Gimana? Semoga suatu hari nanti elo punya kesempatan ketemu gue dalam pengembaraan gue (Cieeeee...), tapi kalo gue kesandung, jatoh 'n nyusruk di tanah...mohon
bantuannya dan ... DILARANG KETAWAAAAAAAAA!!!!!!!!!!!!