sabtu, 24 november 2007

 

ke dufan lagi!!!

"Perfect... There is no other words I could tell to describe how awesome my day today..."



Hehehe, kalo kalian liat gambar di atas pasti udah tau apa itu, dan apa selanjutnya yang bakal gue ceritain...! Another DUFAN
anyone? Yup! But wait until I finish this, because this is one of THE BEST DUFAN VISITS I've ever done!!!

Seperti biasa, Dunia Fantasi alias DUFAN adalah salah satu tempat favorit gue -- dari kecil -- kalo gue lagi kepingin banget
rekreasi. In my current day, kalo gue bener2 kepingin rileks lahir batin dari pekerjaan rutin yang gue jalanin selama
seminggu penuh (Cek situs www.enakmakan.com hampir 24 jam, nulis artikel untuk www.detikinet.com dan
www.mobile-indonesia.com, nerjemahin sampingan freelance gue sebagai penterjemah, kasih les privat untuk anak2 SMP dan SMU
daerah Buaran, jalanin bisnis komputer dan laptop, kutak-katik audio dan ngerjain musik kalo lagi ada order, main game
online, sorting bahan tulisan, tua di ANGKOT, dll). Tuh yang di dalem tanda kurung, banyak khan? So, ibarat mesin, gue pun
butuh refreshing 'n charging, and DUFAN's one of my best outlets.

Tapi, kunjungan gue ke DUFAN kali ini rada beda dengan biasanya. Biasanya gue selalu pergi bergerombol, sebut saja 10 orang
lebih (bisa jadi 1 wahana untuk 1 grup gue sendiri). Nah, kali ini gue cuma ngajak seorang cewek, yang kebetulan kenalan baik
gue di klub bahasa Inggris Britzone tempat gue mangkal. Her name's Aty (yang punya nama suka kesel kalo orang suka sok tahu
nulis namanya dengan Atik, Atiek, dll anyway). Kebetulan doski kayaknya juga lagi kepingin "melarikan diri" dari rutinitas,
sama seperti gue. So, memang rada "gambling" sih waktu gue mau ngajak dia, pasalnya...PSSSTTT...ini untuk pertama kalinya gue
ngajak jalan seorang cewek ke tempat yang gue anggap spesial tanpa gue tau apa cewek itu bersedia dan juga menganggapnya
spesial. Pasalnya, kalo orang yang gue ajak nggak "enjoy" wah...pastinya bakal runyam banget deh!

(((Out of topic: Gue memang sering berharap bisa pergi ke tempat yang gue anggap spesial atau melakukan hal yang gue anggap
spesial bersama Cucu Hawa. Contoh aja nih, selain pergi ke DUFAN atau main video game bareng, gue pernah punya impian bisa
naik pesawat tempur dan beraksi ditemenin cewek yang bertindak selaku navigator/ko-pilot, atau bertempur menumpas kejahatan
sebagai ksatria ditemenin "healer" cewek yang bahu membahu membantu gue dalam setiap pertempuran.)))

Cukup deh ngelanturnya, lanjut lagi neeh!

Kita berangkat sekitar jam 10 pagi naik Trans Jakarta yang memang bisa langsung masuk ke kawasan Ancol. Tadinya gue pikir
nggak akan bayar tiket masuk karena Bus Trans Jakarta sudah menembus benteng pertahanan Ancol, eh ternyata dihadangnya waktu
keluar dari bus. Hehehe, dasar gue orang Indonesia, mau enaknya aja! Tapi, tentunya tetep gue bayar dong (10 repak buat 1
orang), kalo nggak...mana mungkin gue bisa menikmati hari ini?

Nah, kita akhirnya masuk DUFAN sekitar jam 11:15. Biasanya kalo gue pergi bergerombol, gue dkk bakal nyebar untuk ngentre
ngambil tiket bergilir, jadi kita nggak perlu repot2 nunggu berjam-jam, soalnya kita udah punya nomor antre dan tinggal masuk
sesuai waktu yang ditentukan. Berhubung sekarang cuma berdua, jadi kita prioritasin ke wahana yang memang bakal penuh kalo
nggak dimasukin dari awal.



So, setelah pemanasan dengan wahana Rajawali (entah apa nama aslinya), yang pertama kita masukin adalah wahana PERANG
BINTANG, salah satu wahana yang paling gue suka. Kenapa? Karena ini satu2nya wahana yang berhasil mewujudkan impian gue untuk
pergi ke ruang angkasa dan menumpas kejahatan. Sebagai hasilnya, gue selalu tampil norak dan "childish abis" kalo masuk
wahana ini (baca: berlari panik menyusuri ruangan, serius memperhatikan instruksi penyerangan, atau bermonolog sendiri
seolah-olah gue pahlawan yang siap menyelamatkan galaksi). Tapi, sekarang gue kan jalan ama cewek, pastinya gue bakal
ditertawakan atau malah dianggap culun kalo gue bertingkah begitu. So, dari awal, bahkan lebih dari 3 kali, gue minta ijin ke
Aty kalo nantinya tingkah gue bakal jadi norak banget (seperti yang gue tulis di atas). Yang dimintai ijin cuma bilang "It's
okay" dengan kalemnya (baca: kayak ibu yang berusaha memahami apa yang dimauin anaknya). So, meskipun rada susah, gue
berusaha untuk tetap rasional dan nggak bertingkah terlalu norak waktu masuk wahana ini. Tapi...apa yang terjadi di dalam?
Waktu peperangan dimulai, teriakan Aty malah 3 kali lebih keras dari gue, dan ekspresinya malah 3 kali lebih norak dari
gue!!!

Sejak keluar dari PERANG BINTANG, gue baru yakin kalo hari ini gue mengajak orang yang tepat. It means, gue nggak perlu lagi
"jadi orang lain," maksudnya...keluar semua deh keculunan dan kenorakan gue sebagai "The DUFAN's Lover!!!"



Selebihnya, kita menantang hampir semua wahana dahsyat di DUFAN, mulai dari Halilintar alias Roller Coaster sampai Tornado. Tapi waktu di wahana Tornado
Aty nggak ikutan, jadi dia nunggu di bawah menyaksikan tampang gue yang ekstrim waktu dijadiin perkedel cincang di atas Tornado. Sayang gambar yang dijepret
dari ponsel gue nggak gitu jelas, but that's fine!

Yang terasa unik, baik waktu gue dan Aty ngobrol selama ngantre, makan siang, atau bahkan teriak2 di wahana, 90% percakapan kita pakai bahasa Inggris.
Wah, gue bahkan sempet ngerasa kalo gue dan Aty bukan orang Indonesia! Seru juga sih, karena gue berkesempatan ketemu lagi sama orang yang punya level
bahasa Inggris berimbang dengan gue. Lebih dari itu, gue jadi punya kesempatan untuk mengasah lagi kemampuan berbahasa Inggris gue.



Menjelang sore, gue dan Aty nonton beberapa pertunjukan musik. Kita sempet nonton musik Country di daerah Amerika, dan udara yang panas banget sore itu,
berbaur dengan khasnya genjrengan gitar country bercampur lirik lagu yang mencerminkan kehidupan, bener2 membuat gue berasa tinggal di Texas (tapi kagak
ada Cowboy dan sapi2nya sih). Yang paling keren adalah waktu kita nonton pertunjukan musik Reggae yang waktu itu dibawakan oleh grup yang menamakan dirinya
"Matahari Reggae." Wah, ini dia nih...sajian musik yang bener2 "menggigit," karena selain alunan musik2 Reggae -- salah satunya karya UB40 yang dulu gue
suka banget -- para penonton banyak yang maju dan berjoget, bahkan ada bapak2 yang gendong anak perempuannya yang masih kecil untuk berjoget di tengah
panggung! Man, IT ROCKS!!!

Tapi, rasanya ke-PERFECT-an hari ini nggak ada habis2nya. Itu kita rasakan waktu sebelum pulang, pihak DUFAN menyuguhkan atraksi "Fireworks Party" alias
pesta kembang api, dimana sekitar 350 kembang api beraneka warna diluncurkan dengan spektakuler di sekitar danau Bianglala. Meskipun nggak bisa menikmatinya
dengan penglihatan, tapi gue betul2 "enjoy" waktu pesta itu digelar selama 5 menit! Mau ngerasain kayak apa pestanya? Sebenernya gue punya rekaman videonya,
tapi gue khawatir terlalu sulit untuk di-download. Jadi, silahkan download aja file MP3-nya, dan denger betapa hebohnya teriakan gue dan Aty (Forgive Aty,
coz she was the one recording the show, and she put the microphone in front of her mouth).

- Fireworks Party at Dufan (MP3)

Sekitar jam setengah delapan malam akhirnya gue dan Aty meninggalkan DUFAN. Meskipun sedikit terganjal hal yang rada nggak nyenengin waktu naik Trans Jakarta,
gue dan Aty memutuskan untuk memisahkan kejadian itu dari apa yang sudah kita nikmati di DUFAN hari ini. I don't know what Aty feels about it, but it is
sure one of my GREATEST DAYS in my life...!

P.S.: Setelah sekian lama, akhirnya obsesi gue untuk memperoleh momen yang jauh lebih dahsyat dan menyenangkan dari apa yang pernah gue tuliskan di artikel
KARIMA - TO BE WITH YOU tercapai juga, dan terwujudlah hari ini (baca: TELAK)!!!

jum'at, 23 november 2007

 

ke trans tv

Malem ini gue mampir ke TransTV. Tadinya sih niat mau ngambil rekaman video acara Jelang Sore yang ada guenya (14/11/2007),
tapi ternyata videonya blon jadi. So???

Gue ketemu sama Mas Gede Satria. Dia ini -- boleh dibilang udah jadi sobat gue -- yang dulunya pernah meliput gue untuk tema
"Game" dan "Blind Love Story." Singkatnya, gue ngobrol panjang lebar ama dia, karena emang udah hampir setahun sih kita nggak
ketemuan.

Dari obrolan itu, ternyata Mas Gede dkk akan mulai menjalankan program acara baru. Yang pertama namanya "Hidup Ini Indah,"
yaitu acara yang menampilkan sosok seseorang yang perjalanan hidupnya dapat menginspirasi orang lain, menceritakan tentang
bagaimana ia bisa meraih apa yang dicita-citakannya, dan tentu saja berikut suka dukanya.

Acara kedua, namanya "Atas Nama Cinta." Yah hampir mirip acara yang pertama, tapi ini mengisahkan perjalanan cinta sampai
akhirnya berhasil meraih jenjang pernikahan.

Nah, rencananya Mas Gede dkk bakal coba mengangkat gue dalam dua acara itu. Untuk "Hidup Ini Indah" gue diminta cerita
tentang pengalaman gue dari kecil hingga sekarang, hingga gue bergelut di bidang IT dan jurnalistik, berikut suka duka
perjalanannya.

Buat yang kedua neeh...nggak brenti2 dah kita ketawa abis, pasalnya Mas Gede nantinya juga bakal mengangkat berbagai kisah
cinta gue dalam acara Atas Nama Cinta, mulai dari yang ancur ampe yang amboi! Katanya nanti bakal nyari peran khusus untuk
meranin mantan2 gue, termasuk adegan gue dikhianatin, gue bikin kesalahan, ampe gimana proses gue menyatakan cinta (wakswaks)
sama orang yang gue suka. So, any idea for this???

Tapi, inti dari semua itu sebenarnya adalah ketika gue dan Mas Gede dkk dari TransTV nggak sekedar berhubungan sebagai
reporter dan narasumber, tapi lebih dari itu, kita juga berkawan baik. Well, semoga aja ide2 yang menurut gue lumayan sableng
malam itu bisa menjadi kenyataan, dan lebih jauh lagi, bisa menginspirasi orang banyak (but I am not sure about my love
story...will it inspire someone?).

P.S.: Kalau jadi, gue akan membantu membuatkan musik untuk ilustrasi dua acara tadi...!

selasa, 20 november 2007

 

my new song!

Udah lama ya rasanya gue nggak buat lagu, dan kali ini lagu terbaru buatan gue berjudul...:

Vinda - The Fairy of Air (klik untuk download)

Wah, judulnya? Tenang2, this is not a melancholic song that I compose to win someone's heart, but rather...my inspiration to Vinda, my charming friend. A gift, that is!

Jadi, apa sih yang gue bayangin waktu buat lagu ini?

Sederhana kok. Gue membayangkan Vinda yang terbang di langit, tapi cara terbangnya bukan kayak Superman atau burung atau pesawat, tapi seperti orang yang berlari di udara. So, gue membayangkan panorama bumi yang indah, seperti sungai, bukit, dan daratan yang terlihat dari atas, diselingi obyek2 langit seperti awan dan burung2 (bukan UFO atau pesawat F16 kok).

Memang gue belum naikin dan pajang di halaman MP3, soalnya gue masih harus meng-edit dan memperbaiki beberapa elemen dalam lagu ini. So, kalau ada yang mau kasih komentar, silahkan aja! Kalo udah fix, gue pasti taruh di bagian MP3 untuk bisa di-download secara umum.

"It's a bird! It's a plane! It's...Vinda, the Fairy of Air!!!"

kamis, 15 november 2007

 

nonton film super mario bros

"Hi pizzanos! It's The Super Mario Brothers Super Show!"

Buat yang suka game petualangan buatan Nintendo, Super Mario Bros, mungkin pernah tau kalau kisah dua bersaudara tukang ledeng Mario dan Luigi itu juga ada film kartunnya. Kalau nggak salah pernah diputer RCTI sekitar tahun 1990-an, dan diputer lagi tahun 2000-an (udah di-dub dalam bahasa Indonesia). Wah, gue termasuk penggemar berat film itu, pasalnya dulu gue cinta berat ama gamenya, jadi meskipun gue blon ngerti isi filmnya karena blon bisa bahasa Inggris, gue udah nongkrongin TV sejam sebelum filmnya diputer!

Seri pertamanya, Super Mario Bros Super Show menampilkan 2 segmen, live dan diselingi kartunnya. Kalo yang live, Mario dan Luigi-nya diperankan sama orang beneran. Settingnya di rumah Mario dan Luigi yang pastinya berantakan dan penuh kekacauan, tapi ceritanya pun pasti lucu. Nah, di tengahnya diselingi sama cerita kartunnya, menceritakan petualangan Mario dan Luigi di negeri jamur alias Mushroom Kingdom. Detailnya nonton sendiri aja yah?

Serial berikutnya, Captain N & The Adventure of Super Mario Bros 3 adalah lanjutannya, yang mengetengahkan serial video game Captain N, anak muda yang gemar main game dan masuk ke dunia video game, dilanjutin dengan serial kartun yang mengambil setting dari game Super Mario Bros 3 (1991).

Nah, kalo serial Super Mario World tentunya mengambil setting dari game yang punya judul sama (SNES, 1991).

Balik lagi ke cerita gue nih. Belakangan ini gue dapet info kalau serial kartun Mario ini -- Super Mario Bros Super Show, Captain N & The Adventure of Super Mario Bros 3, dan Super Mario World -- dirilis ulang dalam format DVD. Tooooeeeellll banget dah tebakan loe, gue emang berniat mau borong tuh DVD set, cuma kayaknya nunggu gajian dulu dah, soalnya TOTAL JENDERAL bakal habis sekitar sejutaan tuh buat ngomplitin tuh koleksi. Untuk infonya, cari aja via Google, yah?

Tapi kayaknya udah nggak sabaran deh nungguin sampe gajian. Nah, satu-satunya pengobat rindu, apalagi kalo bukan situs video YOUTUBE? Awalnya gue nggak berharap film itu diposting disana, tapi lewat fasilitas search yang ada di situsnya iseng2 gue masukin kata kunci "Super Mario Bros Super Show." JRENG...! Nggak nyangka kalau hasilnya memunculkan banyak entri, dan bahkan banyak episode SMBSS yang diposting disana!

Sayang, karena kualitas videonya bermacam-macam, jadi ada yang jelek dan ada yang bagus. So, gue nggak bisa download semuanya. Paling2 gue coba download yang kualitas suaranya jernih, karena biasanya grafiknya juga ikutan bagus, soalnya yang seperti itu biasanya langsung direkam dari DVD (banyak banget yang langsung di-grab dari TV).

So, kenapa gue harus punya koleksi ini? Because Mario is the King of Video Game that brought me to the video game world, and also...nostalgia (meskipun kalo diliat kartunnya udah kuno banget).

Nah, sekedar info aja nih, kalau yang diposting disana kebanyakan episode kartunnya, nggak mengikutkan segmen orangnya. Saran gue, download episode yang kualitas videonya bener2 bersih. Jadi, check before you download, okay?

Nah, buat bernostalgia, gue kasih nih musik pembukaan dan ending dari Super Mario Bros Super Show! Musiknya asyik lho! Nge-rap dan goyang abis!

"Do the Mario! Swing your arms from side to side, come on it's time to go do the Mario! Take one step, and then again, let's do the Mario -- hold together now! You get it! JUST...LIKE...THAT!!! (dari musik ending SMBSS)

- Super Mario Bros Super Show (Intro)
- Super Mario Bros Super Show (Cartoon Opening)
- Super Mario Bros Super Show (Ending "Do the Mario")

senin, 12 november 2007

 

sebuah e-mail

Temans, ada sebuah e-mail dari temen gue (tunanetra) yang setelah gue membacanya gue bener2 tersentuh dan tergerak untuk posting e-mail itu disini. Meskipun gue nggak bisa mengukur seberapa berat dia menanggung masalah itu, tapi gue berusaha untuk menyelami masalahnya dan ngasih solusi untuk masalanya berdasarkan pengalaman gue, dan mungkin aja ada di antara pembaca yang mau ngasih solusi. Untuk nama pengirimnya (cowok), gue nggak pajang karena alasan privasi, dan gue udah konfirmasi via telepon sama orangnya kalau gue boleh jawab e-mailnya via postingan ini. So, here goes...

CATATAN: Yang dimaksud "orang awas" itu orang berpenglihatan, tidak tunanetra.

"mas rama

sebelumnya aku ucapin terimakasih banyak karena mas rama sudah mau baca emailku. aku sering buka webnya mas rama dan baca artikelnya.

mas rama aku mau curhat sama mas rama mungkin mas rama bisa bantu masalahku. tapi jangan ketawa ya mas soalnya ini soal percintaan ini masalahku mas.

di semarang sini aku cuma tunanetra satu satunya yang sekolah di sma ini dan aku ga mau cerita sama orang awa soalnya takut mereka ga bisa ngerti perasaanku. karena aku tau mas rama suka nulis tentang cinta dan mas rama tunanetra juga makanya aku kirim email ini ke mas rama.

mas rama aku suka sama temen ceweku dan aku sudah bilang kalau aku suka sama dia. katanya dia mau mempertimbangkan dan pikir pikir dulu dan selama itu kita jadi temen dulu.

masalahnya mas aku suka iri kalau temen temenku bisa ngelakuin hal hal yang aku ga bisa lakuin. mas temen temenku rata rata punya kendaran sendiri dan sering main ke rumah temen ceweku itu. nah kala dia ada perlu misal mau pergi ke simpang lima atau ke sekolahan suka minta tolong temennya itu.

mas aku ga tau kenapa tapi tiap kali aku merasa iri dan minder soalnya aku buta jadi aku ga bisa ngelakuin apa yang temen temenku bisa lakuin. aku kepingin banget bisa anterin dia pergi naik motor atau nemenin dia. aku kadang juga suak putus asa dan mikir mau mundur aja soalnya takut kalau dia ga mau terima aku karena aku ga bisa kayak yang lain.

mas kadang aku suka mau nangis kalau aku lagi tau temenku itu dianterin sama temen temenku. kenapa kok aku ga bisa seperti temen temenku itu .

mas mungkin mas bisa bantu kasih tau apa yang harus aku lakuin soalnya ga enak rasanya mas minder kayak gini. aku harus gimana ya mas aku suka banget sama temen ceweku itu dan aku ga pernah maksudnya belum pernah pacaran.

sekarang tmen ceweku itu sudah jadian mas sama temenku tapi aku tetep suka dia mas.

mas mohon dibalas ya mas terimakasih."

----------

Gue terdiam sebentar setelah baca isi e-mail itu. Mungkin hal ini boleh jadi sesuatu yang sepele untuk ditanggapi, tapi bicara dengan tunanetra murni, gue atau lebih tepatnya kita harus betul2 berhati-hati ngasih respon untuk masalahnya. Yang gue maksud tunanetra murni itu adalah tunanetra atau penyandang cacat yang dalam kehidupannya dan pergaulannya berada di lingkungan orang2 cacat aja dan jarang sekali diperkenalkan dengan kehidupan dan pergaulan dunia luar (gue udah tau latar belakang kehidupan cowok ini).

So, dengan setelan seperti di atas, gue berusaha jawab e-mail ini. Bismillah...

----------

Teman, saya senang kamu sudah mau kirim e-mail dan percaya untuk menceritakan masalah ini ke saya. Sebagai sesama tunanetra saya menanggapi serius masalahmu ini dan semoga jawaban saya ini bisa membantu mengatasi masalah kamu.

Sebelumnya perlu saya beritahu kalau saya dulu juga pernah mengalami krisis seperti apa yang kamu alami, jadi kalau ada nasehat atau omongan yang saya omongin disini bukan sekedar omong kosong belaka. Iya, saya juga pernah mengalami krisis percaya diri seperti itu, meskipun tidak terlalu sering, tapi cukup parah juga waktu hal itu terjadi.

Teman, saya mengerti bahwa kekurangan, dalam hal ini penglihatan kita, adalah kehilangan besar dalam kehidupan kita. Bayangkan saja, kita tidak bisa melihat seperti apa dunia, seperti apa rupa orangtua keluarga dan sobat-sobat, tidak tahu tontonan TV dan film, tidak bisa main game (yang ini untuk saya, hiks hiks) dan lain-lain. Kekurangan itu, pun sudah pasti menghilangkan banyak hal juga, contohnya seperti apa yang kamu alami (kesulitan untuk bergaul sama seperti yang lain). Kita juga kadang menjadi manusia kelas dua dalam pendidikan dan pekerjaan, juga status di masyarakat.

Teman, saya mengerti sekali dengan perasaan kamu. Pastinya karena kamu suka sama cewek itu, kamu ingin sekali bisa menjadi yang terdekat dengan dia, bisa membantu apa-apa yang jadi keperluannya, dan tentu saja berharap bisa melakukan hal yang spesial yang orang lain bahkan tidak bisa melakukannya.

Hal itu sama sekali tidak salah, dan wajar sekali kalau kita ingin menjadi yang nomor satu untuk orang yang kita sayangi.

Tapi, teman, terkadang kita lupa bahwa hal tersebut membuat kita melupakan bahwa kita adalah manusia yang punya perbedaan dan keterbatasan. Apalagi kita adalah tunanetra yang tentu saja punya halangan untuk melakukan hal-hal tertentu yang berhubungan dengan penglihatan. Mengemudikan motor misalnya, secara wajar tentu saja kita tidak bisa melakukan itu, kecuali kalau kita ingin lebih cepat masuk rumah sakit atau menghadap Allah.

Percaya, dulu saya juga merasakan hal seperti itu (alhamdulillah sekarang sudah stabil). Saya mengerti bagaimana perasaan kamu -- yang boleh kita sebut sebagai cemburu --. Itu pertanda kalau kamu memang serius menyukai dia...

Tapi, teman, perlu kita ingat. Seperti yang sudah saya bilang tadi. Manusia -- khususnya kita yang cacat -- punya batas-batas yang tak bisa kita lampaui. Nah, batas-batas itulah yang harus kita ketahui, apa yang kita tidak bisa lakukan, apa yang bisa kita lakukan, dan apa yang sepertinya tidak bisa kita lakukan tapi sebenarnya bisa kita lakukan (contohnya tunanetra menggunakan komputer tidak bisa, tapi dengan bantuan teknologi sekarang jadi bisa).

Yang kedua, kita pun harus berusaha untuk mencari potensi kita sendiri, karena tiap orang memiliki sesuatu yang menjadi ciri khasnya sendiri. Boleh jadi itu bukan sebuah kecerdasan, ketampanan, atau kekayaan. Mungkin cinta yang luar biasa, atau kejujuran yang teguh, atau kebaikan yang hebat yang menjadi ciri khas kita. Kalau sudah menyadarinya, Insya Allah kamu akan mulai melupakan depresi yang menghantui kita karena kekurangan kita, dan mulai bisa mengeksplorasi diri sendiri untuk menemukan hal-hal yang boleh jadi adalah daya tarik bagi orang lain.

Yang ketiga, mungkin adalah yang paling sulit, teman. Hal itu adalah menemukan cinta yang sebenarnya. Ya, kalau orang yang kamu sukai itu lebih memilih orang yang memiliki kelebihan lain, sebaiknya kita tak memaksakan diri menjadi orang lain seperti yang dia inginkan. Berusahalah untuk tetap mengeksplorasi diri sendiri, sampai akhirnya kamu bertemu dengan orang yang memang paham, bahwa kamu adalah orang hebat dengan kehebatan yang menjadi ciri khasmu sendiri.

Kalau untuk mengatasi patah hati, biasanya saya menyibukkan diri dengan membaca buku, mendengarkan musik, dan berkumpul dengan teman-teman (dalam jumlah banyak). Usahakan untuk tidak melakukan hal-hal yang menjurus ke arah penyebab kesedihan, misalnya mendengarkan lagu atau membaca buku yang melankolis. Berusahalah untuk fokus pada media atau teman-temanmu!

Nah, kiranya itu pengalaman yang bisa saya bagikan...semoga bisa berguna...

minggu, 4 november 2007

 

komputer baru

Setelah 4 setengah tahun gue pakai komputer gue -- yang gue kasih nama Vibra, in case you don't know -- akhirnya gue ganti komputer baru! YES, VIBRA 2...! (seberkas cahaya meluncur dari langit, membungkus komputer lama gue, dan waktu cahayanya hilang muncullah komputer baru gue seperti di gambar).



Duh, terlalu norak nggak seeh!? Tapi begitulah perasaan gue waktu pertama kali komputer baru gue selesai di-setup.

Sebenernya gue memang udah lama berencana untuk ganti PC baru. Bukan karena udah out-of-date sih, soalnya dengan spesifikasi Vibra yang lama gue masih cukup nyaman kok. Tapi kebetulan aja ada budget, dan gue pikir nggak ada salahnya juga kan?

Nah, ini nih spesifikasi yang gue buat/rakit sendiri, termasuk alasan kenapa gue pakai spesifikasi ini:

Prosesor: AMD Athlon64 3200+ 2,0GHz
Hehehe, kepingin nyoba aja alternatif prosesor selain bikinan Intel. There is no other reason... Lagian gue juga nggak terlalu butuh yang kecepatannya tinggi2, sesuai kebutuhan aja, cuma kayaknya terlalu "out-of-date" aja kalo gue bertahan sama prosesor yang lama (the very first Pentium 4 ever!). Gue tetep bertahan pakai prosesor single core, karena untuk pekerjaan gue (bikin musik digital, website maintenance, dan jurnalis-red) gue nggak membutuhkan kekuatan dual-core apalagi quad-core-nya Intel. Yang penting stabil dan adem, itu aja...!

Motherboard:Abit NF-M2S
Sekali lagi, nggak ada alasan lain kecuali karena motherboard ini lumayan ekonomis dan kompatibel sama prosesornya. Tadinya mau pakai ASUS, karena biasanya motherboard ASUS kualitasnya bagus. Tapi waktu beli nggak sempet dapat barangnya.

Graphic Card: ATI RADEON HIS X1050 256 MB
"Pakai ini aja, Mas! Bagus buat gaming lho! Lumayan murah kok," kata si penjual. Gue rada geli juga, pasalnya mau secanggih atau sedodol apapun graphic card-nya (asal nggak bikin hang), itu sama sekali nggak ngaruh buat gue. Lah, emang ngaruh gitu kualitas graphic card buat tunanetra? Di komputer lama aja gue masih pakai NVIDIA GeForce 2 MX yang 32 MB (para gamer pasti melongo deh). Then again, gue setuju aja. Lagian harganya nggak terpaut jauh kok sama yang lebih rendah kualitasnya. Mungkin juga bisa berguna buat adik gue atau temen2 gue yang mau install game 3D di komputer gue. TV Tunner anyone?

Memory (RAM): V-GEN 1 GB DDR-2
1 GB? Angka yang mungkin nggak umum (biasanya 512 MB kan?). Kalau ini memang ada alasannya. Pertama, karena program pembaca layar yang gue pakai lumayan menghabiskan memory, apalagi kalau ngebaca file PDF. Kedua, tentu saja untuk kepentingan bikin musik, karena kalau memory-nya kecil bakalan sering "delay" alias musiknya terbatuk-batuk karena nggak bisa ngejar input yang gue masukin. Ketiga, ya karena gue bosen pacaran ama yang namanya "hang," itu aja!

Optical Drive: DVD-RW Asus
Yang ini gue pilih karena untuk kelasnya yang ekonomis, DVD-RW ini 95% nggak pernah mengecewakan gue. Ini juga yang banyak direkomendasikan temen2 gue yang udah pada pakai (gue udah pakai ini di komputer lama). Memang sih harganya agak sedikit tinggi, tapi "worth it" deh!

Floppy Drive: Panasonic
Hukumnya sunnah kali ye! Dipasang dapet pahala, ditinggalin ya kagak dosa. Ya jadi gue pasang aja, toh cuma 50 repak ini harganya, walaupun gue juga udah 2 tahun nggak pernah nyentuh dan pakai disket sama sekali.

Hard Disk Drive: Seagate 80GB SATA, Seagate 320GB SATA, Maxtor 750GB SATA
Wah, ampe 3 hard disk? Yang baru cuma yang 80GB kok, buat install operating system dan jadi drive utama. Kalau yang 320GB itu tempat gue naruh proyek2 musik dan backup gue. And...how about the last one? Only I have access to it, tempat yang nggak akan pernah dijamah orang lain, tempat dimana gue menyimpan seluruh kekayaan gue...MUSIK GAME!!!

Soundcard: Creative SoundBlaster X-Fi Elite Pro
Soundcard ini baru gue beli pertengahan tahun ini, jadi gue pindahin dari komputer lama. Soundcard yang lumayan bikin kurus kantong gue karena harganya yang selangit, bisa lho dituker ama 1 PC komplit (sekitar 4 jutaan). Tapi lagi2 gue merasa puas dan nggak nyesel, karena soundcard ini punya performa yang bagus untuk keluaran suaranya, membebaskan gue dari masalah hang atau delay (udah punya memori khusus sendiri), dan boleh dibilang lumayan untuk bikin2 musik digital. Tapi buat pemakai PC kebanyakan gue rasa mubazir kalau pakai soundcard ini. Saran gue, boleh pakai SoundBlaster Audigy Value, karena harganya yang ekonomis (sekitar 300 ribuan) dan cukup deh buat media hiburan, asal dipasangkan dengan speaker yang bagus.

Speaker: Sonicgear Blue Thunder 3
Untuk urusan speaker aktif berkualitas bagus, gue suka bikinan Sonicgear ama Creative. Seri Blue Thunder adalah yang gue pilih. Selain ada pengatur suara dan efek suara, bahan bakunya juga bagus dan harganya ekonomis. Untuk Blue Thunder 3 emang rada mahal, sekitar 900 ribuan. Baik penampilan maupun bentuknya sama2 "sangar!" Yang paling sip, suara base berdentum keras tapi nggak kegedean dan nggak bikin suara jadi sember. Kalo nyalain lagu berfrekwensi tinggi suaranya juga nggak pecah. Tapi, kalau cuma pakai soundcard sekelas Audigy Value, Blue Thunder 1 juga udah bagus banget, dan gue reccomend banget pakai speaker itu.

Monitor: Philips 17 Inch
Biasanya kalau beli monitor baru yang ditawarin Advance 15 Inch, tapi gue nggak ambil karena monitor lama gue masih bagus. Bahkan kalo seandainya monitor itu mati sekalipun gue kan nggak ngaruh, hehehe! Tapi ya masak sih gue se-ekstrim itu?

---

Mungkin di akhir tahun ini ada yang kepingin beli komputer baru yang ekonomis tapi lumayan kinerjanya? Nggak harus semuanya model terkini kok, dan boleh juga ikut spesifikasi yang gue pakai. Prosesor, motherboard, graphic card onboard (+420 ribu = ATI RADEON HIS X1050 256 MB),
hard disk (cuma yang 80 GB), DVD-RW (lebih murah lagi pakai Samsung atau LG, jangan Lite-on), speaker (+370 ribu = Sonicgear Blue Thunder), soundcard onboard (+300 ribu = Creative SoundBlaster Audigy Value), monitor 15 inch (Advance), keyboard, mouse, dll, kira-kira akan membutuhkan budget kisaran 3 s/d 3,5 juta. Tergantung apakah periferalnya mau onboard atau pakai yang terpisah, dan jago2nya elo-elo pada ngerayu penjual di toko komputer.

kamis, 1 november 2007

 

kerjaan baru

Yup. Sekarang gue kembali bekerja, dan pekerjaan yang gue peroleh ini adalah salah satu pekerjaan yang gue impikan sejak lama. Mau tau?

Sebenarnya gue udah mulai kerja sejak awal bulan Oktober, dan gue ditawarin kerjaan ini pertengahan bulan puasa.

So, emangnya kerjaan apa sih? Awalnya, gue diminta mendesain dan mengelola website untuk sebuah perusahaan baru yang domainnya beralamat di www.enakmakan.com. Wah, namanya unik banget ya? Memang, karena perusahaan ini memang bergerak di bidang makan-memakan. Maksudnya, semacam multi-level marketing gitu, tapi kita nggak beli barang, melainkan makan! Misalnya, orang yang jadi member perusahaan itu makan di restoran yang menjadi partnernya, ia akan mendapatkan diskon. Kalau dia ngajak orang lain jadi member dan orang itu makan di restoran itu lalu dapat diskon, otomatis dia dapat diskon juga. Begitu seterusnya. Lebih jelasnya mampir aja deh ke kantor gue di bilangan Pasar Minggu!

Memang perusahaan ini baru berdiri, dan mendengar namanya aja mungkin kalian pada ketawa geli (gue malah berpikir awalnya kalo ini perusahaan milik WARKOP DKI). Namanya P.T. Suka Suka Semua (SSS). Hehehe, mengenai kebonafitan dan segala macamnya itu bukan urusan gue...karena urusan gue adalah jabatan yang selama ini gue idam-idamkan dan gue impi-impikan...and what's that?

Gue ditunjuk sebagai I.T. SUPPORT perusahaan itu...!

Alhamdulillah...! Sebagai tunanetra yang seneng belajar teknologi, gue memang sudah lama mengimpikan jabatan ini. Gue nggak peduli apakah perusahaan ini perusahaan kecil atau besar, yang penting gue merangkak dulu, dan bisa menjadikan ini sebagai pengalaman kerja dan portfolio gue di masa mendatang. Siapa sih yang nggak bangga, tunanetra jadi I.T. SUPPORT?

Tapi, memang status itu bukan sebuah hal yang bisa bikin gue bernafas lega, karena gue harus berhadapan dengan segala macam teknis yang berhubungan dengan website, mengawasi 24 jam website itu, dan juga mengurusi berbagai hal yang berhubungan dengan hardware kantor, seperti pengadaan komputer, mesin barcode, dll. Seminggu pertama aja gue udah kenalan ama banyak peralatan elektronik yang biasa dipakai dagang, seperti scanner barcode, printer barcode, dan lainnya.

Kena stroom, ketimpa kardus, atau kejedot/kepleset di kantor? Wah, jangan tanya, udah ngerasain semua tuch...! Hmmm, kepingin juga nih pasang gaya ala I.T. SUPPORT; Celana pendek, kaus oblong, makanan/minuman berjejal-jejal di meja, dan perangkat elektronik berserakan dimana-mana. Hehehe, mungkin...2 atau 3 tahun lagi kalo bos udah sayang ama gue, sementara ini baru soal makanan/minuman dan peralatan kerjanya aja yang udah morat-marit, hehehe...!

Btw, gue merasa beruntung juga masuk perusahaan kecil yang baru dibuka. Itu artinya gue punya waktu untuk belajar lebih banyak tentang pekerjaan gue. Gue juga mulai lagi belajar database dan program jaringan. Wah, pusing juga!

Tapi, karena gue bisa bekerja dimanapun selama gue punya koneksi internet, jadi gue nggak ngantor tiap hari. Paling2 hari Senin, Rabu, dan Jum'at gue baru ke kantor. Hehehe, lumayan deh, gue berangkat dari rumah jam 05:30 WIB dan biasanya sampai jam 07:30 WIB (atau lebih pagi). Waktu masuk sih jam delapan, tapi kayaknya kerjaan belum banyak load jadi masih santai.

So, ini bakal jadi pengalaman baru buat gue yang masih amateur. Gue berharap bisa banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman dalam pekerjaan ini, karena hingga sekarang memang gue masih fokus untuk belajar, jadi meskipun honor yang gue terima besar atau kecil pun nggak terlalu berpengaruh. Kalau ada senior2 I.T. yang kebetulan mampir disini, gue mohon nggak keberatan untuk berbagi ilmu dan pengalamannya... So, wish me luck...!

Special thanks goes to:

* Vinda: The girl that brought me to this company. She was the one asking me to work on the website. It is unfortunate that you must leave, but...thanks a bunch!

* Mrs. Ira: Another new friend of mine which I met there. She, along with her family, are now like my own family! Luv ya, big mom!

* Mr. Suripto: My kind boss that does not understand English. But I will always give him full support as he is the first person that ever take me as an I.T. SUPPORT, the job that I am waiting for million months!

* Mr. Adhi Rachdian: Thank you for helping and supporting me during the creation of ENAKMAKAN.COM!

* ...and others!!!