senin, 8 oktober 2007

 

jangan bunuh aku

Hari ini gue seneng banget, pasalna ada beberapa game yang ternyata bisa gue mainin (tunanetra) di mesin game genggam Nintendo DS tanpa perlu melihat ke layar. Salah satunya gue dapet hari ini, judulnya Jam Sessions. Kalau yang ini kayaknya bukan game sih, tapi lebih mirip tool sederhana untuk mengenal chord gitar. Mengesankan! Suara gitar yang keluar dari game ini hampir mirip dengan aslinya! Coba aja denger rekamannya dengan mendownload di link berikut ini:

JAM SESSIONS PLAYED BY RAMA

Lebih keren lagi, kita juga bisa ngasih efek untuk suara gitar kita, seperti distorsi, low-cut, high-cut, dll. Untuk gamenya sendiri, kita tingal ngikutin chord-chord tangga nada yang ada. Game ini juga bagus buat mereka yang kepingin belajar gitar, penjarian main gitar akustik, atau mendengarkan suara chord dan mengenalinya. Yah, meskipun kita bisa ngerekam apa yang kita mainin, tapi cuma single recording, nggak bisa multi. Dan nggak ada backing tracks, jadi paling cuma bisa dipake nge-jam sambil nyanyi2 sendiri.

Tapi, ada keanehan waktu gue mainin game ini. Waktu itu gue lagi ngutak-ngatik chord, dan gue ngeset chord ke posisi A6. Nggak sengaja gue genjrengin tuh nada sampai sekitar 6 detik, dan...terdengarlah bisikan menakutkan itu:

"Don't kill us..."

Sekonyong2 gue kaget; Apa ini beneran, atau pengaruh puasa yang bikin perut gue laper jadi otak gue nggak bisa mikir dengan bener?

Lalu gue teringat kejadian2 di masa lalu waktu gue main game. Jaman dulu kualitas suara dalam game masih belum begitu bagus, jadi kalau ada omongan atau teriakan yang muncul di game suaranya nggak jelas. Contoh aja, waktu gue main game Street Fighter dan salah satu karakternya meneriakkan jurusnya, "Hadoken," yang gue denger adalah "Abungket" (jauh amat yak), atau teriakan karakternya yang lain yang mengeluarkan jurus "Sonic Boom" yang gue kira bunyinya "Tobek pung." (again, parah amat yak telinga gue). Baru deh setelah era sekarang, dan tau lebih banyak tentang game, gue baru tau kalau ternyata bunyinya bukan seperti itu.

So, back to Jam Sessions. Penasaran gue, apa bener ada pesan anti pembunuhan dalam game ini? Lalu, gue coba berulang-ulang menggenjreng chord A6 dan mendengarkan suara bisikan itu. Lama kelamaan gue mulai menangkap aksen Jepang dari bisikan itu, bukan kalimat "Don't kill us" yang gue sangka sebelumnya.

Ternyata, usut punya usut, setelah ngobrol sama salah seorang teman di situs DS Fanboy, itu bukannya bisikan kalimat "Don't kill us," melainkan musisi yang saat itu merekam suara gitar di studio yang berkata dalam bahasa Jepang, "Tsugikimasu" yang artinya "Lanjut," atau "Berikutnya." Jadi, waktu rekaman untuk game itu dibuat kayanya musisi itu nggak nyadar kalau bisikannya belum terpotong dari game.

Ada yang mau nyoba? Jalanin Jam Sessions, coba ke menu FREE-PLAY, pilih Options, lalu Edit Palette. Nah, ganti aja chordnya dengan A6. Atau ada yang mau langsung denger kayak apa bisikannya? Download aja nih!

JAM SESSIONS MYSTERIOUS WHISPER

Mystery solved. Ternyata puasa nggak bikin otak gue keblinger dan telinga gue bolot untuk memahami bisikan itu...

minggu, 7 oktober 2007

those that tarnish my holy heart

Falsafah hidup yang menyatakan bahwa tiada yang sempurna dalam hidup pun berlaku untuk apa yang dicinta dan apa yang dibenci, apa yang disuka dan apa yang tidak disuka. Contohnya aja dalam diri gue sendiri. Catatan ini sengaja gue pajang sebagai contohnya, dan meskipun ini adalah salah satu yang gue yakini membuat nilai ibadah puasa gue berkurang, tapi gue rasa gue perlu menaikkannya.

Minggu ini ada dua individu yang gue rasa cukup mengganggu kehidupan gue. Yang mengganggu adalah ulah mereka.

Yang pertama adalah seorang blogger yang memasukkan kalimat sensor di sebelah nama gue, yang setelah dicermati sensoran itu merujuk ke hal negatif.

Yang kedua adalah seorang tante yang mengirimi gue SMS dan dalihnya, "Ingin mengetes gue."

Jadi, gue kategorikan kedua orang itu sebagai mereka yang tidak menyukai gue. Sampai sejauh itu, gue nggak masalah dan nggak terlalu ambil pusing. Hanya saja perlu bagi gue untuk membuat pernyataan disini bahwa gue memang merasa kesal dan komplain atas ulah mereka.

Untuk si pemosting di blog, gue cuma bisa bilang kalau elo mungkin nggak kenal gue sepenuhnya, itu kenapa elo bilang gitu. Secara pribadi gue menghargai kebebasan elo posting seperti itu, dan gue juga menghormati kebebasan gue yang berhak melakukan komplain di blog elo. Masalah kita udah kelar lama banget, jadi sebaiknya kita nggak melakukan secuil pun hal yang bisa membuat masalah itu terbuka lagi. So, adil yah.

Untuk si tante pengirim SMS, gue cuma bisa bilang kalau kita hidup sebaiknya lurus2 aja. Bertemanlah dengan penuh kejujuran. Kalau ingin tahu pribadi seseorang, ya silahkan berkomunikasi dengan cara yang wajar, nggak perlu ngetes segala. Karena kalo udah ngetes, itu artinya kita berusaha menangkap lawan bicara kita saat dia melakukan kejelekan, dengan kata lain kita ingin mencari kejelekannya. Tapi untuk gue, sayang banget hal itu nggak berlaku. Gue udah berhadapan dengan ribuan kepala yang punya ribuan watak, so gue udah tau dari awal kalau elo memang ngetes gue. Jadi, gue ya akan muncul seperti apa yang elo harapkan, because I am smart enough to follow what you want. Kalo elo pikir gue penjahat, ya itu pendapat elo sendiri karena waktu elo ngetes gue sengaja larut ngikutin apa yang elo harapkan (elo kepingin gue jadi jahat).

Untuk gue pribadi, gue nggak akan dan nggak akan pernah berlindung di balik tameng kemunafikan, pura2 jadi baik supaya dikagumi orang banyak. Kalian yang deket sama gue pasti tau kalau gue lebih suka apa adanya, gue nggak pernah menutupi kejeleekan diri gue. Salah satu buktinya adalah keberanian gue untuk mengekspose artikel ini...

"So, go ahead, do what you want. Being loved or disliked, are things I don't really care to arrange..."

another battle

***Untuk memahami percakapan di bawah ini, silahkan baca artikel berikut: RAMA & 5 BIDADARI***

Dark Aurora: Look... That rotting vaginatic bastard is starting again!

Lala: Hey, calm down pal! What's wrong?

Dark Aurora: Are you blind or WHAT!? That note...the note she wrote! It must be an insult to us...IT MUST BE AN INSULT TO US!!!

Aurora: What note? Hmmm, let me see that.

Wahita: Our name's there...even though it was only part of it. And...that sensored word...is that what you mean, Dark Aurora?

Dark Aurora: What else then? She must be trying to mock at us, to demote our honorable status!

Wahita: But, are you sure you do not jump into conclusion? The battle has ended, and we never speak about that anymore. I am not sure she intended to do
that regardless our dispatched relationship.

Tiara: Why...is she so mean to us?

Aurora: Gals, I think it will be wise not to accuse her. We are not sure that the name she wrote was addressed to us. Besides, we don't have enough evidence.
It can be other person we don't know. We have to calculate the possibility.

Dark Aurora: I don't give a shit! And, if we complain, she -- and her surroundings for sure -- will tell that we want to make friend with her? Huh, like
I care!?

Tiara: Please...no more...no more pain...

Lala: C'mon, is this really a big problem for us? Besides, we've decided not to deal with such thing, right? We've followed what she wanted, closing the
doorway between our life? So I think it is useless to take this as a serious matter.

Dark Aurora: But, even though she didn't intended to do that, and it meant other person, part of our name is still there, and that sensored word refered
to something negative! What will happen if our "FANS" discover it, and address us as what she thinks about us?

Aurora: According to my calculation, something like that will never happen. Many people knows the truth of us, and her surroundings are probably the only
people that do not understand us.

Dark Aurora: Understand WHAT!? Understand that we did something bad to her...because she caused it!?

Aurora: Affirmative. So, it will be wise not to prolong the case. There are 95,5% probabilities that people are loving us, clean from her contamination.
So, it will be even worst if we continue...they will misunderstand us.

Dark Aurora: So, you mean we must stand still, watching like a stupid idiot without doing something?

Wahita: Calm down, Dark Aurora. Lala's right. We shall not deal with things which can tarnish our holy heart. It is better for us to forgive her, and forget
if we must. I believe this is the best choice for us...and for her as well. By appearing right in front of her eyes...means enough for our case to conclude.


Dark Aurora: ...alright then, head it your way. But if the battle cries for blood, I will be on guard drinking her sperm blood.

Wahita: Yes. She has the right to write, and we have the right to feel disturbed. But, for the name of our honorable status, let's not prolong this any
longer. You don't want to see Tiara crying, do you gals?

Lala: Of course not! We must be happy...! No sadness, no anger...! C'mon, cheer up gals!

Dark Aurora: Well, I just don't want her think that we want to associate with her because we complain.

Aurora: That can be arranged.

Tiara: Thank you...for your understanding... Now I am finally able to rest...

sabtu, 6 oktober 2007

buka puasa ter-great!

Hari ini adalah buka puasa terbesar dan terheboh sepanjang bulan ini. Yup, gue buka puasa sama temen2 Britzone. Hehehe, padahal udah lama gue gabung, tapi belum sempet cerita2 tentang Britzone. Okay, sebelum soal buka puasanya dilanjutin, gue cerita dulu deh soal Britzone!

Britzone itu adalah komunitas peminat bahasa Inggris yang biasa mangkal di perpustakaan DIKNAS. Bergabung disana free of charge, dan anggotanya lebih dari 50 orang! Jadi, kita mengadakan speaking club setiap hari Sabtu dan Rabu tiap minggunya. Tapi nggak cuma itu aja kegiatan kita. Kita juga sering ngobrol bareng di luar kelas, nonton bareng kalo ada film bagus, atau sekedar kongko2 menghabiskan waktu. I've got many new friends around, too!

Nah, hari Sabtu ini kita janjian untuk buka puasa di Blok M. Sehabis bubaran kelas kita ngumpul sambil ngobrol sampai semuanya siap. Baru deh jam setengah 3 siang kita meluncur ke Blok M pakai mobilnya Mona, salah satu angota baru Britzone. Yah, sekitar 6 orang deh, karena sisanya akan menyusul sekitar jam 5.

Sesampainya di Blok M, kita muter2 dulu, killing time. Wah, si Mona dan Mutya, yang namanya cewek emang paling nggak bisa jauh dari window shopping, jadi kita nemenin mereka dulu meskipun pada kenyataannya mereka nggak beli apa2. Sebagai gantinya, para cewek juga nganterin kita yang cowok2 ngeliat aksesoris cowok, dan nganterin gue ke toko game di lantai atas untuk memesan mesin game genggam Nintendo DS (yes, now I have one).

Setelah jam 5, kita turun dan keluar dari Blok M Plaza menuju ke salah satu tempat makan di pinggir jalan. Karena kita masih ber-6, jadi terpaksa harus mesen tempat dulu untuk temen2 yang nanti akan datang. Wah, rame juga berdebat ama tukang warungnya, pasalnya dia juga takut temen2 Britzone nggak dateng dan kursi yang dipesan jadi kosong, kan kasihan pengunjung yang lain.

Untungnya, beberapa menit sebelum buka puasa, 10 orang lebih anggota Britzone menongolkan batang hidungnya, dan...KITA BUKA BARENG!

It was indeed a great day...

selasa, 2 oktober 2007

RAMA SAYS

Beberapa hari yang lalu gue terima e-mail yang cukup menarik. Salah satu pengunjung nanya ke gue tentang bagaimana cara gue me-review alias menceritakan apa yang gue nikmatin. Dia mengambil contoh bagaimana gue menceritakan tentang musik game, dan dia kepingin tahu apa yang gue lakukan.

Secara pribadi, gue sendiri sangat menyukai musik game. Musik game sendiri mungkin sudah seperti pakaian untuk gue, begitu dekatnya dan begitu lekatnya. Sayangnya, di Indonesia sendiri, atau kalian yang sering mampir ke situs ini masih banyak yang menganggap musik game atau video game sebagai "dunia lain" karena memang tidak umum dan tidak banyak orang yang mengenalnya. Tapi, gue tetap ingin memperkenalkan dunia lain itu kepada publik, karena gue bangga dan mencintai video game, khususnya musik game.

Nah, karena adanya dua pertentangan itu, gue jadi harus putar otak. Bagaimana caranya gue bisa menceritakan tentang hal yang tidak umum dengan bahasa yang umum dan bisa diterima semua orang. Gue akuin itu adalah hal yang paling susah gue lakukan, dan kadang hal2 tidak umum nggak bisa gue hindari dan tetap masuk dalam tulisan dan bahasan gue. Tapi ya itu tadi, setidaknya gue udah berusaha keras untuk menyajikannya secara umum. Nah, kalau ada yang tertarik untuk menjadi penduduk dunia lain itu, baru biasanya gue kirim2an e-mail secara pribadi dan berbicara dengan bahasa yang lebih tidak umum lagi.

Yah, kira2 begitu cara gue melakukan review...semoga bisa menjawab pertanyaannya... Terima kasih juga buat Rani yang udah kirim e-mail dan nanya ke gue (Kalau ada banyak Rani, yang merasa ngirim e-mail ke gue aja hehehe).

 

NONTON DVD 12 JAM

Bulan Ramadhan ini, selain diisi oleh kegiatan2 agamis seperti shalat tarawih, tadarus dan tahajud, ternyata ada kegiatan lain yang cukup "menyita" waktu gue. Yup, kegiatan nonton DVD!!! Eit, jangan salah! Gue bukannya nonton serial film cinta yang jadi lahapan cewek2, apalagi nonton film porno! Jadi, apa sih yang membuat gue menghabiskan waktu 12 jam berturut-turut di depan DVD Player? Apalagi kalau bukan DVD KONSER MUSIK GAME!!!

What!? Musik game ada konsernya? Mungkin gue udah sering jelasin, tapi nggak ada salahnya ngasih penjelasan singkat. Seperti halnya aliran musik lain, video game music juga dibuatkan konsernya, dan konser musik game sangat populer di Jepang (sudah mulai ada sejak era 90-an). Saat ini, di luar negeri bahkan udah banyak orkes simfonik yang mengkonserkan musik2 game.

Nah, bulan lalu gue sempet minta dikirimin beberapa album musik game dan pesan (beli) DVD konser musik game dari sobat penggemar musik game gue yang tinggal di Amerika, Carl Larson (www.slightlydark.com). For your information, dari 10 video musik game, 6 di antaranya adalah yang gue beli, yang isinya konser musik game atau gameplay dari game (orang yang main game atau sejarah tentang game).

Nah, tepat akhir bulan September kemarin gue terima pesanan gue itu. Wah, gue sampe kepleset waktu paket DHL nyampe rumah gue -- untung tukang kirimnya nggak gue peluk saking senengnya...!

So, here comes...12 hours non-stop in front of DVD Player...!

 




DRAGON QUEST IV CONCERT



Dragon Quest sendiri adalah game petualangan yang populer era 80-an dan bahkan sampai sekarang. Musik2nya bertemakan klasik yang digubah oleh Koichi Sugiyama, jadi musik yang dikonserkan pun bertemakan simfonik.

Secara keseluruhan, gue puas banget nonton konser ini. Musik2nya dimainkan dengan apik, dan nuansa petualngan dalam game Dragon Quest bener2 terasa. Nggak kerasa udah sekitar 17 tahun lalu sejak konser ini digelar di Inggris tahun 1990.

Gue dapet format VHS dari konser ini, jadi harus gue konversi dulu ke format DVD. Beruntung deh kualitas rekamannya masih bersih, jadi proses konversi berjalan mulus tanpa ada cacat. Kualitas suaranya juga oke punya!

Pokoknya, kalau suka musik klasik atau yang bergaya simfonik, pastiin deh nonton konser ini...!



FINAL FANTASY - THE BLACK MAGES 2 ABOVE THE SKY



Buat pecinta musik Final Fantasy, terutama penggemar musik ala metal yang dimainin band The Black Mages pasti nggak bakal ngelewatin rilis kedua dari album konser ini. Nobuo Uematsu, sang komposer betul2 bisa meledakkan hati penggemarnya lewat album ini...!

Semua musik yang ada di konser ini diambil dari musik2 Final Fantasy yang dipakai untuk mengiringi pertempuran, atau pengiring adegan2 tegang di gamenya. Enerjik, penuh semangat, dan tetap menggetarkan (untuk lagu yang temponya lambat).

Komplain gue satu2nya adalah kualitas rekaman (suara) yang kurang bagus. Ini juga terjadi di DVD pertamanya. Jadi, nggak ada sound system atau tata suara, semua kayaknya direkam secara asli tanpa mixing apapun. Tapi...namanya juga fan-recording, mau apa lagi?



FAMICOM 20TH ANNIVERSARY NAMCOT EDITION



Buat orang2, mungkin yang satu ini boleh dianggap tontonan paling culun. Mau gimana lagi? DVD ini emang berisi gameplay alias rekaman dari game2 klasik era Nintendo yang diproduksi oleh Namco. Ada Galaxian, Pac-Man, Mappy, Xevious, dan Warpman. Tapi jujur aja, justru ini DVD pertama yang gue tonton.

Untuk gue, suara "tat-tit-tut" yang kedengeran dari DVD ini membawa nostalgia masa kecil gue. Ya, semua game dalam DVD ini memang punya nostalgia khusus bagi gue. Itu alasan kenapa gue kepingin banget dapetin DVD ini.



GAME MUSIC FESTIVAL '90



Jaman dulu, musik game nggak secanggih sekarang suaranya. Bunyinya lucu, aneh, dan dibuat dengan teknologi yang sangat terbatas. Tapi karena melodinya yang bagus, pemusik era itu berinisiatif membuat konser musik game, dan bisa kebayang deh transformasi suara2 aneh yang dibawakan dengan alat musik asli? Buat pecinta game saat itu, hal itu adalah lompatan yang spektakuler. Nah, ini adalah salah satu konser musik game era itu.

Suara keyboard dan band mendominasi konser ini. Gaya musik era 80-an dan 90-an yang cukup upbeat pun menghiasi konser ini. Penonton pun riuh redam, tak jarang juga ikut bertepuk tangan mengikuti irama musik game yang mereka nikmati.

Buat gue, hampir semua track dalam konser ini gue suka, terutama Ninja Warriors dan After burner (SEGA).



HYPER STREET FIGHTER 2 INSANITY DVD



Tahu Street Fighter kan? Itu game pertarungan yang populer banget era 90-an. Nah, paket ini isinya 1 CD remix musik2 gamenya, dan 1 DVD yang berisi rekaman permainan game Street Fighter 2 (Hyper Street Fighter 2).

Di DVD yang berformat dual layer berduasi sekitar 240 menit, kita disuguhin pertandingan final game Hyper Street Fighter 2, aksi gila2an orang Jepang yang main game ini, dan juga keanehan atau error yang muncul di game Street Fighter 2. Keren juga tuh!



Zuntata Live '98 Guten Talk from the Earth ~Visual File~



Sebenernya gue nggak gitu tahu musik2 yang dipentaskan dalam konser ini, tapi karena sempet dengerin versi audionya di internet -- dan langsung suka -- gue jadi pesen album ini. Yang gue tau, Zuntata adalah nama band/grup musik yang dulunya bikin musik2 untuk game buatan developer game TAITO.

Musik2 dalam game ini rata2 diberi sentuhan jazz dan alternatif. Jujur aja, gue seneng banget dengerin background musik konser ini sambil ngetik, karena iramanya yang ear-catching dan enak dijadiin background music.

Menurut Carl, visual konser ini menarik banget. Para pemusiknya berkostum ala game. Nggak tau seperti apa sih, tapi yang jelas gue suka banget nikmatin konser ini.