senin, 23 juli  2007

 

21 juli: harry potter and the deathly hallows

 

Jam 5 sore gue bangun, kaget setengah mati, soalnya hari ini harus ke QB Kemang untuk ikut acara Countdown to Harry Potter 7. Nggak pakai basa-basi langsung mandi dan lari tunggang langgang ke luar rumah, naik ojek sampai TOL Jati Bening, dan naik bus jurusan Blok M. Jam 6 lewat gue sampai Blok M, dan karena udah nyadar Kemang bakal macet banget, terpaksa gue ber-apperate pakai ojek, langsung ke QB!

Untungnya sampai sana nggak telat. Setelah beberapa lama, gue keep in touch dan dapet kenalan baru dari milis IHP (Indo-HarryPotter). Sambil makan sup, gue nunggu acara diskusi dimulai.

Akhirnya, acara diskusi pun dimulai, temanya tentang perbandingan antara film dan bukunya, mostly tentang buku dan film kelima. Diskusinya seru, karena banyak anggota milis IHP -- yang harus meneriakkan mantera tiap kali nanya/berkomentar/jawab kuis -- yang berpartisipasi. Rata2 memang merasa filmnya kurang begitu pas, terutama soal emosi yang ada dalam film itu. Suasana jadi seru waktu salah seorang anggota ngebahas tentang "Cho Chang VS Harry" (kiss mode)!

Acara selanjutnya adalah live music dan games. Wah, seru juga waktu gue ikutan game duel mantera, gue dan lawan gue saling serang mantera sampai hampir 5 menit! Si lawan itu tangguh juga, tapi akhirnya gue berhasil memenangkan pertarungan setelah dia salah baca mantera...

Sambil nunggu jam 12 malem, gue main ke kelontong sihir dan diramal via kartu tarrot. Asyik juga, meskipun gue orang yang 100% percaya kalau siapa, bagaimana, dan apa tentang diri gue itu semua gue sendiri yang bisa menentukan, tapi asyik juga mendengar hasil analisa kartu malam itu.

Jam 12 malam tepat, pasukan pelahap maut masuk menyerbu QB, pertanda buku ketujuh sudah siap rilis. Sayangnya, buku baru bisa diterima jam 6 pagi dan baru akan sampai toko jam 2 pagi. Setelah ngobrol sebentar, akhirnya beberapa orang yang berdedikasi -- termasuk gue -- berdiri di depan pintu, nungguin truk yang mengangkut buku itu sampai.

Akhirnya dateng juga tuh si truk! Gue dan beberapa temen langsung menjepret truk dan kardus-kardus yang dibongkar muat, aneh juga, padahal nggak akan keliatan kalo itu truk memuat buku ketujuh Harry Potter. Cuma seneng aja. Yang ada disana pun menghormati dengan nggak menyentuh sedikitpun buku-buku itu, padahal ketika dinaikkan ke toko, sebagian besar penjaganya udah pada tidur.

Naik ke toko lagi, kita disuguhi film keempat Harry Potter, yang menurut gue memang pas disajikan disitu. Sambil makan makanan ringan dan ngobrol sama mereka yang masih bertahan, gue terus menghitung waktu sampai akhirnya salah seorang penjaga toko memulihkan separuh kesadaran gue yang sudah terbawa ke alam mimpi; "Mas, jam 6 mas, mau ambil buku?"

---

Waktu gue posting catatan ini, gue udah kelar baca buku ketujuh Harry Potter. Hmmm, agak sulit untuk menghindari spoiler, but I will try my best!

Secara keseluruhan, gue kasih angka 7,5 dari 10 untuk buku ini. Di buku ini bukan cuma satu atau dua orang, tapi akan banyak tokoh yang mati. Selain itu, akan ada ulasan mengenai tokoh2 "baik" yang bakal bikin kita berpikir; apakah dia betul2 baik atau tidak. Selain itu, akan terjawab bahwa karakter, atau lebih tepatnya guru Hogwarts, yang barangkali kita benci sekali, ternyata punya perhatian yang cukup mendalam terhadap Harry...

Untuk teka-teki cerita...well, siap2 aja untuk berpikir keras, karena ternyata di buku ketujuh ini tante Rowling masih menjejali kita dengan berbagai misteri yang menurut gue terlalu banyak disisipkan di buku terakhir, jadi pengungkapan misteri ini terasa terlalu cepat dan nggak nyambung.

Jinny...? Where's Jinny...? Hiks, padahal gue berharap mereka (Harry dan Jinny-red) bakal terlibat pertempuran seru, dan mereka side-by-side gitu, tapi gue harus gigit jari lantaran hubungan antar dua karakter itu (cinta) nggak ditonjolin. Cerita lebih fokus ke tiga karakter utama, Harry-Ron-Hermione.

Bagian yang paling gue suka adalah waktu Harry dan Order of the Phoenix bertempur di angkasa melawan pasukan Voldemort, duel waktu menjelang akhir cerita, dan terutama...pertarungan satu lawan satu antara Harry VS Voldemort, itu keren banget!!!

jum'at, 20 juli 2007

 

penantian

 

***UNTUK MEMAHAMI DIALOG BERIKUT INI, SILAHKAN MEMBACA ARTIKEL "AKU & 5 BIDADARI YANG BISA DITEMUKAN DI HALAMAN "ARTICLES"***

Wahita (melayang turun di samping Rama, mendarat perlahan): Hi, little master... Is something bothering you? Ada yang mengganggu pikiranmu, Rama?

Rama: Fine...

Wahita: Really?

Rama: So...you know all along?

Wahita: Of course I do! I am your guardian, jadi pasti aku tahu apapun yang terjadi sama kamu. Apalagi, perasaan macam ini pernah kamu rasain tahun 2003, dan itu...bikin kamu sedikit "WOW" gitu!

Rama: WOW gimana?

Wahita: You...miss her that badly...

Rama: Yeah...that feeling...perasaan yang gue nggak tau gimana cara menggambarkannya. It is not bad, but not good either.

Wahita: Hihihi...oh my little master! It's okay to be like that!

Rama: ...

Wahita: So, sekarang sudah dua minggu dia disana? Jauh disana?

Rama: Yeah...ini adalah bagian dari perjuangan yang gue dan dia harus tempuh, sebelum akhirnya...

Wahita: Sebelum akhirnya Rama menutup pendaftaran untuk para gadis yang ingin bersanding dengannya? Oh my...! C'mon!

Rama: Shut up you flirt!

Wahita: OK OK! Jadi, aku muncul karena simpati, dan ingin sedikit mengingatkan, Rama. Jangan sampai hal ini merontokkan keyakinan dan loyalitas yang sudah kamu bangun untuknya. Be focus, and you know the rest, okay?

Rama: Yeah...dan baru sekarang gue menemukan bahwa gue memang menyayanginya... Meskipun dia bukan seperti yang gue bayangkan, gabungan dari lima sifat gue, termasuk kamu, Tiara, Lala, Aurora, dan Dark Aurora, tapi dia betul2 baik...

Wahita: Setidaknya jauh lebih baik daripada kisah cintamu di tahun 2003 itu kan?

Rama: Agree!

Wahita: So, it's settled then! Shall I leave?

Rama: Head it your way, Wahita...makasih udah nongol. Salam buat 4 sifatku yang lain. Send my best "hi" for them...

Wahita (terbang): Okay dech! Adios!

minggu, 15 juli 2007

 

untuk teman-teman di guestbook!

 

Minggu ini lagi santai, iseng2 cek guestbook dan...bersyukur...

Kalau rekan2 sempet mampir ke guestbook terhitung di atas tanggal 14 minggu ini, pasti akan menemukan beberapa entri teratas yang berasal dari mereka yang mampir ke RAMADITYA.COM setelah menonton acara Urban di RCTI, Sabtu (14/7/2007). Acara itu menampilkan gue dan beberapa rekan tunanetra, mengambil aktivitas keseharian kami.

Gue betul2 nggak nyangka kalau selain respons dari SMS dan e-mail, gue juga menemukan respons yang cukup positif di guestbook ini. Gue sangat bersyukur dan bangga, dan tentunya Oom2 dari RCTI yang meliput gue dan teman2 minggu ini juga merasa demikian.

Untuk menjawab semua pemosting di guestbook; setelah nonton acara URBAN kemarin, sepertinya gue nggak bisa ngomong apa2 lagi deh... Just, thank you...thank you so much!

Besar harapan gue bahwa acara serupa akan memotivasi orang banyak dan menumbuhkan kesadaran masyarakat tentang keberadaan penyandang cacat.

Kami -- yang penyandang cacat -- punya banyak jalan untuk berjuang. Ada yang vokal, ada yang merayap tapi pasti, ada yang dengan susah payah jatuh bangun peras keringat banting tulang kepala di kaki kaki di kepala, dan...ada juga yang berusaha untuk menjadi manusia normal...that's what I am doing...

Kekurangan yang gue derita, seperti sering gue sampaikan, adalah sebuah kekurangan yang akan tetap seperti itu, nggak peduli gue mau meratap atau protes, gue akan tetap jadi seperti ini. So, I think it's better for me to leave it that way, untuk hidup dan berusaha beradaptasi dengan lingkungan... Jadi, hidup secara normal dan menjalaninya dengan biasa adalah pilihan yang gue ambil...

Sekali lagi, terima kasih buat yang sudah posting di guestbook, baik rekan2 yang baru pertama kali berkunjung, atau dedemgkot2 RAMADITYA.COM yang sejak dulu udah bercokol disini. Satu hal, kalau kalian nggak menemukan komentar untuk tiap postingan di guestbook, bukan berarti gue nggak baca postingan itu. I always go to my guestbook the first time I open up my internet, trust me! So, mohon simpan ini dalam hati, sebagai jawaban dari gue untuk setiap posting yang kalian buat... "Thank you for stopping by, and I am happy with everything you give... Just tell others about the ordinary blind man named Ramaditya...!"

kamis, 12 juli 2007

 

harry potter untuk semua

 

Hari ini gue diundang oleh mailing list Indo-HarryPotter untuk bisa hadir di acara talk show mereka yang bertajuk 'Harry Potter Untuk Semua'. Intinya, mereka (milis-red) kepingin menyampaikan kepada publik bahwa ternyata buku legendaris karangan tante J.K. Rowling itu nggak cuma jadi milik mereka yang normal, tapi teman-teman yang penyandang cacat pun bisa menikmatinya. Bertempat di toko buku QB (Kemang), acara ini pun dihadiri teman2 dari Yayasan Mitra Netra (yaaaaah, die lagi die lagi) dan beberapa perwakilan dari teman2 yang tunarungu.

Sebagai informasi, acara ini adalah salah satu dari 3 talk show yang digelar QB untuk menyambut rilis buku ketujuh Harry Potter, Harry Potter and the Deathly Hallows (21 Juli 2007).


 

Di acara ini, yang jadi moderatornya adalah Mbak Anne "Lumos" dari milis Indo-HarryPotter. Yang ditunjuk jadi pembicara...waduh, kena memory charm nih gue, lupa namanya...errrr...moga2 nggak salah nulis namamu ya Mbak Yessy Gusman (seorang pengasuh taman baca di daerah Jakarta Selatan). Ada juga Utri, dia ini cewek tunarungu yang juga ngefans sama serial Harry Potter. Sedangkan untuk pembicara yang tinggal 1 orang lagi, gue pikir nggak perlu ditulis dah...but...IT'S ME (for your information)!

So, yang hadir di hari itu mendapat kesempatan untuk tahu gimana caranya tunanetra dan tunarungu bisa menikmati Harry Potter.

Dari sisi tunarungu, Utri yang dibantu kakak perempuannya menjelaskan bahwa dia lebih bisa menikmati buku bacaan, termasuk Harry Potter, kalau disitu lebih banyak gambarnya. Jadi, dengan kata lain, tunarungu cenderung lebih paham akan hal2 yang bentuknya kongkrit, misalnya penyihir yang melakukan "spelling" mantera dan menunjukkan tongkat sihirnya, itu dibuat dalam bentuk gambar. Sedangkan untuk pemahaman kalimat2 yang tertulis, diakui Utri masih sulit.

Sementara itu gue mendapat tugas menerangkan bagaimana tunanetra menikmati buku Harry Potter. Gue menjelaskan beberapa metode, salah satunya menggunakan huruf braille. Buku aslinya yang berhuruf cetak disalin ke format braille, jadi bisa dibaca tunanetra dengan cara diraba. Tapi efek sampingnya, karena huruf braille makan tempat, jadi 1 novel bisa jadi 20 buku braille. Teman2 dari Mitra Netra juga membawa contohnya hari itu.

Metode lain adalah dengan meng-scan buku cetaknya dengan teknik OCR (Optical Character Recognition) menggunakan scanner. Jadi, sederhananya, tulisan2 di buku cetak akan berpindah ke komputer dan bisa disimpan di program pengolah kata kayak Microsoft Word, WordPad, atau Notepad. Nah, komputer tunanetra yang sudah dilengkapi dengan program pembaca layar yang dapat membacakan teks yang tertulis di program pengolah kata itu bisa dipakai untuk membaca hasil scan tersebut. Cara ini lebih baik dan ringkas ketimbang yang braille, soalnya cetakan digital ukuranya kecil (7 buku yang discan mungkin nggak nyampe 10MB). Selain itu, karena pembaca layar sudah diset untuk menyuarakan kalimat bahasa Inggris, jadi lebih enak untuk mendengarkannya. Kelemahannya, kita harus meng-scan satu atau dua halaman selangkah demi selangkah. Selain itu, kalau untuk meng-scan buku berbahasa Indonesia, kuping harus terbiasa dengan pembacaan yang nantinya akan seperti bule ngomong bahasa Indonesia.

Cara lain adalah dengan memanfaatkan buku bicara (Talking Book). No no no, gue nggak bicara tentang sihir yang bikin bukunya ngomong sendiri! This is real! Yang dimaksud buku bicara adalah buku yang dibacakan oleh seorang pembaca, dan direkam dalam bentuk kaset atau CD/MP3. Kalau yang kaset namanya Analog Talking Book, sedangkan yang CD atau MP3 namanya Digital Talking Book.

Kalau yang analog talking book dan digital talking book buku Harry Potter versi Indonesia sudah dibuat oleh Mitra Netra yang mempunya pembaca2 handal untuk membacakan buku2 itu dan merekamnya ke media yang tadi udah gue sebutin. Sedangkan untuk talking book versi Inggris (yang gue nikmati), salah satu pemrakarsanya adalah WWW.LISTENINGLIBRARY.COM (kalo mau buka tulis alamatnya dalam huruf kecil) yang menjual buku bicara berbahasa Inggris. Buku Harry Potter versi US dibacakan oleh Jim Dale, seorang narator yang udah dapet banyak penghargaan di bidangnya (Googling untuk tau tentang doski yah!).

Secara pribadi, gue paling menikmati versi Digital Talking Book yang dibacain Oom Jim Dale, soalnya dia sangat menghayati dalam pembacaannya dan mampu menyuarakan semua karakter dengan baik. Disamping itu, versi audionya yang gue beli dari iTune Store lebih ringkas, karena gue bisa simpen 6 buku sekaligus di iPod. Btw, gue juga pre-order buku bicaranya yang ke-7 dari LISTENINGLIBRARY.COM, sekitar 79 dolar!

So, gue akan hadir lagi di acara Countdown to Harry Potter 7 yang bakal diadain mulai 20 Juli 2007 di tempat yang sama. Rencananya bakal ada talk show bareng Dian Sastro, live music, dan game interaktif ala Indo-HarryPotter. Sekalian, gue mau ngambil hadiah yang gue dapetin setelah acara talk show hari ini. Lumayan, gue bakal ambil buku ketujuh itu yang gue dapetin gratis dari QB. THANKS!!!

minggu, 8 juli 2007

 

selamat jalan, kagome...

 

Huehehe...jangan salah kira, gue nggak "break up" kok! Yang dimaksud "selamat jalan" disini adalah kepindahan Yulia (Kagome), my beloved girlmate, ke Karawang. Dia udah lulus sekolah, dan seperti rencana kita (Insya Allah, kalau memang ditakdirkan menikah nanti), gue menginginkan dia kerja dulu untuk bisa membantu keluarganya.

Nah, rencananya dia akan kerja bareng kakaknya yang tinggal di Karawang. So, hari ini gue anterin dia ke tempat kakaknya, sebuah desa di kawasan Karawang...

Liat foto gue di atas kan? Itu betapa nyantainya gue waktu sampai disana. Emang gue suka suasana desa yang damai, dan di beberapa artikel gue pernah bilang kan, kalau nggak ada tugas dan tanggungjawab, gue lebih milih jadi petani yang hidup di desa? That's true!!!

Balik lagi ke Kagome, mungkin kita nggak akan ketemu dalam periode waktu yang lama, pasalnya dia harus konsentrasi apabila pekerjaannya nanti berhasil didapatkannya, soalnya menurut kakaknya dia bisa lembur setiap Sabtu dan Minggu, jadi nggak akan bisa balik ke Jakarta atau ditengokin disana. But, that's fine...jauh di mata, dekat di hati, iya kan???